Jumat 02 Jan 2026 10:01 WIB

Awal 2026, IHSG Dibuka Menguat Sambut Optimisme Pasar

Menkeu Purbaya optimistis, IHSG mampu menembus level 10.000 pada akhir 2026.

Tamu undangan memfoto layar elektronik pergerakan saham saat acara penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Tahun 2025 ditutup menghijau/menguat 2,68 poin atau 0,03 persen ke posisi 8.646,94. Perdagangan saham akan kembali dibuka pada Jumat, 2 Januari 2026.
Foto: Republika/Prayogi
Tamu undangan memfoto layar elektronik pergerakan saham saat acara penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Tahun 2025 ditutup menghijau/menguat 2,68 poin atau 0,03 persen ke posisi 8.646,94. Perdagangan saham akan kembali dibuka pada Jumat, 2 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (2/1/2026), bergerak menguat seiring dengan optimisme pelaku pasar menyambut tahun baru 2026. IHSG dibuka menguat 29,79 poin atau 0,34 persen ke posisi 8.676,74.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,89 poin atau 0,22 persen ke posisi 848,46. "Diperkirakan penguatan IHSG berpotensi berlanjut dan menguji level 8.680-8.725," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Baca Juga

Dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menantikan sejumlah data ekonomi domestik yang dirilis pada Jumat. Di antaranya, Indeks S&P Global Manufacturing PMI bulan Desember yang diperkirakan sedikit membaik di level 53,6 dari sebelumnya di level 53,3 pada November 2025 dan neraca perdagangan November 2025 diprediksi membukukan surplus sebesar 2,7 miliar dolar AS dari surplus 2,4 miliar dolar AS pada Oktober 2025.

Selain itu, data inflasi bulan Desember 2025 diestimasikan melambat menjadi 2,5 persen (year-on-year/yoy) dari 2,72 persen (yoy) pada November 2025. Dari mancanegara, pelaku pasar masih mencermati ketidakpastian perang tarif yang masih berpotensi berlanjut, kebijakan moneter The Fed selanjutnya, serta meningkatnya ketegangan geopolitik di beberapa wilayah negara.

Pada perdagangan Rabu (31/12/2025), bursa saham Eropa ditutup variatif. Di antaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,77 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,09 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,57 persen, serta indeks CAC melemah 0,23 persen.

Bursa saham AS di Wall Street ditutup variatif pada Rabu (31/12/22025). Antara lain, Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,63 persen ditutup di level 48.063,79, indeks S&P 500 melemah 0,34 persen ke level 6.845,51, indeks Nasdaq Composite melemah 0,84 persen ditutup di level 25.249,85.

Bursa saham regional Asia pagi, seperti indeks Nikkei melemah 0,37 persen ke 50.339,50, indeks Shanghai menguat atau 0,01 persen ke 3.968,42, indeks Hang Seng menguat 1,67 persen ke 26.048,50, dan indeks Strait Times menguat 0,22 persen ke 4.656,29.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement