Kamis 04 Aug 2022 07:49 WIB

Menhub: Pelni jangan Hanya Bergantung pada Subsidi Pemerintah

Menhub menyebut transformasi Pelni termasuk dalam hal digitalisasi layanan

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Direktur Utama PELNI Tri Andayani (kiri) bersama Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi (dua kiri). Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta jajaran PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni terus meningkatkan kinerjanya. Hal tersebut dilakukan dengan selalu konsisten melakukan perubahan atau transformasi.
Foto: dok. PELNI
Direktur Utama PELNI Tri Andayani (kiri) bersama Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi (dua kiri). Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta jajaran PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni terus meningkatkan kinerjanya. Hal tersebut dilakukan dengan selalu konsisten melakukan perubahan atau transformasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta jajaran PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni terus meningkatkan kinerjanya. Hal tersebut dilakukan dengan selalu konsisten melakukan perubahan atau transformasi.

“Terus lakukan perubahan dan pastikan apa yang dilakukan bisa netes atau dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Budi dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (4/7/2022). 

Dia menjelaskan presiden memberikan amanah untuk memastikan konektivitas laut terlaksana dengan baik. Sementara menurut Budi terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi di sektor transportasi laut misalnya yaitu harus menjangkau daerah terpencil, disparitas harga, dan lain sebagainya. 

“Di sinilah Pelni mendapatkan amanah dari pemerintah melalui penyediaan kapal perintis, tol laut, dan kegiatan lainnya yang harus dapat diandalkan,” ungkap Budi. 

Budi mengatakan upaya transformasi yang harus dilakukan Pelni diantaranya yaitu melakukan digitalisasi layanan dan mengefisienkan operasional kapal. Begitu juga dengan memetakan dan menyeleksi daerah-daerah yang memiliki potensi untuk dilayani. 

“Pelni juga perlu melakukan pengelolaan SDM Pelni yang berkarakter agile (lincah), memiliki kapasitas dan kompetensi, serta mau berubah menjadi lebih baik,” tutur Budi. 

Budi mengharapkan Pelni agar tidak hanya bergantung pada subsidi dari pemerintah, tetapi terus melakukan pengembangan usahanya. Budi menegaskan sehatusnya subsidi hanya sementara lalu setelah mampu melakukan maka sudah bisa menjadi komersial. 

Selain itu Budi mengapresiasi Pelni yang selama ini telah membantu pemerintah memberikan pelayanan angkutan laut baik penumpang dan logistik. Bahkan hingga ke daerah-daerah terpencil.

“Lakukan tugas dengan sepenuh hati yang mampu memberi arti kepada masyarakat. Ke depan, kompetisi semakin ketat. Kalau Pelni tidak efisien satu saat akan ditinggalkan. Untuk itu, lakukan upaya transformasi dengan baik dan sungguh-sungguh,” jelas Budi.

Sementara itu, Direktur Utama Pelni Tri Andayani menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan pemerintah melalui Kemenhub. Khususnya untuk melayani kebutuhan masyarakat akan transportasi laut.

Anda, sapaan akrabnya, mengatakan sejak 2018, penugasan yang diberikan kepada Pelni berupa Public Service Obligation (PSO) dan subsidi menunjukkan tren yang meningkat. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia tengah dan timur. 

“Kepercayaan ini kami tunjukkan dengan kinerja produksi yang terus meningkat khususnya pada aktivitas muatan barang,” ucap Anda.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement