Jumat 10 Jun 2022 05:20 WIB

Kementerian ESDM: Potensi PLTS Atap yang Dapat Dikembangkan 32,5 GW

Per April 2022, telah terdapat 5.547 pelanggan PLTS Atap di seluruh Indonesia.

Teknisi melakukan pemeriksaan rutin pada panel surya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di PT Surya Energi Indotama, Bandung, Jawa Barat (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Novrian Arbi
Teknisi melakukan pemeriksaan rutin pada panel surya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di PT Surya Energi Indotama, Bandung, Jawa Barat (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat total potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang dapat dikembangkan di Indonesia adalah sebesar 32,5 gigawatt (GW). Potensi tersebut paling banyak berasal dari sektor rumah tangga sebesar 19,8 GW, diikuti sektor bisnis 5,9 GW, sosial 4,6 GW, industri 1,9 GW, dan pemerintah 0,3 GW.

"Jadi kami memanfaatkan atap-atap yang selama ini tidak digunakan karena untuk pembangunan PLTS selama ini kami bermasalah dengan lahan," kata Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM Andriah Feby Misna dalam Webinar LPPI Ke-77 di Jakarta, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga

Dengan pemanfaatan atap yang ada selama ini, ia berharap biaya untuk lahan PLTS bisa dikurangi.Adapun pemerintah saat ini sedang melaksanakan program implementasi PLTS atap yang ditargetkan mencapai 3,61 GW pada tahun 2025.

Menurut Andriah, program tersebut salah satu strategi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia, di luar pembangunan PLTS dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).Untuk mencapai target pada tahun 2025, pada tahun 2022 direncanakan pengembangan PLTS Atap mencapai 0,45 GW, tahun 2023 sebesar 0,9 GW, dan tahun 2024 mencapai 1,8 GW.

"Dari target pemerintah ini diharapkan dukungan dari berbagai agar bisa tercapai," ungkapnya.

Per April 2022, telah terdapat 5.547 pelanggan PLTS Atap di seluruh Indonesia dengan kapasitas 0,06 GW, yang didominasi oleh pelanggan rumah tangga.Dilihat dari lokasinya, Jawa Barat mendominasi pelanggan PLTS Atap, disusul Jakarta, serta Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Sistem PLTS Atap meliputi modal surya, inverter, sambungan listrik pelanggan, sistem pengaman, dan meter kWh ekspor-impor yang dapat dilengkapi dengan baterai atau media penyimpanan lainnya. Ia menyebutkan tujuan dan manfaat PLTS Atap yakni menghemat tagihan listrik pelanggan, mendapatkan listrik dari sumber EBT, dan berkontribusi menurunkan emisi gas rumah kaca.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement