Kamis 17 Mar 2022 12:01 WIB

PPI Pantau Distribusi Minyak Goreng ke Warteg Secara Daring

PPI manfaatkan aplikasi warung pangan untuk pantau distribusi minyak goreng.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Kementerian Perdagangan menggandeng Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dalam distribusikan minyak goreng curah saat pendistribusian minyak goreng curah di Kota Madiun, Jawa Timur. Direktur Operasi PPI Tri Wahyundo Hariyatno mengatakan perusahaan tak hanya menyalurkan migor ke pasar tradisional, namun juga memanfaatkan digitalisasi melalui channel distribusi yaitu aplikasi Warung Pangan.
Foto: ANTARA/SISWOWIDODO
Kementerian Perdagangan menggandeng Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dalam distribusikan minyak goreng curah saat pendistribusian minyak goreng curah di Kota Madiun, Jawa Timur. Direktur Operasi PPI Tri Wahyundo Hariyatno mengatakan perusahaan tak hanya menyalurkan migor ke pasar tradisional, namun juga memanfaatkan digitalisasi melalui channel distribusi yaitu aplikasi Warung Pangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota holding BUMN pangan atau ID Food, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) mengoptimalkan seluruh lini bisnis dalam optimalisasi distribusi minyak goreng (migor). 

Direktur Operasi PPI Tri Wahyundo Hariyatno mengatakan, perusahaan tak hanya menyalurkan migor ke pasar tradisional, namun juga memanfaatkan digitalisasi melalui saluran distribusi yaitu aplikasi Warung Pangan. 

Baca Juga

"Dengan aplikasi Warung Pangan, PPI juga melakukan pendistribusian minyak goreng kemasan ke rumah makan dan tidak ketinggalan jaringan Warteg (warung Tegal), contohnya jaringan Kharisma Bahari di Kawasan Jabodetabek," ujar Tri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (17/3/2022).

Selain Warteg, lanjut Tri, Warung Pangan juga menyalurkan minyak goreng kemasan kepada mitra lain seperti warung kelontong. Kata Tri, pengguna aplikasi Warung Pangan akan mendapatkan minyak goreng dengan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

 

"PPI memiliki aplikasi pencatatan transaksi daring di lokasi titik distribusi yang disebut WP Cashier untuk memberikan data informasi secara realtime dan akurat, dan juga PPI memiliki Dashboard Executive Information System (Desy)," ucap Tri.

Tri menyebut sistem tersebut menyajikan informasi mengenai pendistribusian minyak goreng yang dilakukan PPI untuk memberikan kemudahan kepada manajemen dalam melakukan monitoring dan evaluasi terhadap target, realisasi, titik sebaran distribusi, dan data lainnya terkait pendistribusian minyak goreng PPI di seluruh Indonesia.

PPI dalam kapabilitasnya sebagai trading, dan logistik pada portofolio bisnis anak perusahaan BGR Logistics Indonesia, lanjut Tri, mengedepankan peran melalui digitalisasi yang terintegrasi dengan strategic objective perusahaan. 

"Diharapkan dengan penerapan digitalisasi dalam proses bisnis ini merupakan upaya PPI dalam peningkatan tata Kelola perusahaan. Peran ini diharapkan membawa PPI pada fungsi kemanfaatan yang semakin besar bagi masyarakat Indonesia," ungkap Tri.

Direktur Komersial dan Pengembangan PPI Andry Tanudjaja mengatakan perusahaan selama ini telah mendistribusikan lebih dari lima juta liter minyak goreng secara berkesinambungan di pasar-pasar tradisional, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, hingga Sulawesi Selatan.

Baca juga : Ini Perbandingan Harga Minyak Goreng Indonesia dan Malaysia, Siapa Lebih Mahal?

"Selanjutnya distribusi minyak goreng ini masih akan terus berlangsung hingga harga dan ketersediaan stok minyak goreng stabil di pasar tradisional," ujar Andry.

Andry menyampaikan PPI akan melakukan peningkatan dan penambahan sumber suplai dalam pendistribusian minyak goreng ini di 32 Cabang PPI yang tersebar di Indonesia. Kata Andry, PPI selalu berkoordinasi dan mendapat arahan dari Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, Badan Pangan Nasional, dan ID Food dalam memaksimalkan kemanfaatan untuk membantu pemerintah untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng masyarakat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement