Selasa 21 Dec 2021 07:42 WIB

Figur Milenial Bisnis Pertanian Terbukti Andal Meningkatkan Perekonomian

Pertanian, satu-satunya sektor yang bertahan selama masa pandemi berlangsung

Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar bimtek bertemakan, ‘Petani Milenial Sukses di Bidang Hortikultura,’ pada Sabtu (19/12).
Foto: Kementan
Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar bimtek bertemakan, ‘Petani Milenial Sukses di Bidang Hortikultura,’ pada Sabtu (19/12).

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki perhatian yang besar terhadap kiprah kawula muda di bidang pertanian. Pertanian, satu-satunya sektor yang bertahan selama masa pandemi berlangsung, membuktikan dua hal tak terbantahkan.

Pertama, hanya pangan yang mampu bertahan hingga pada akhirnya mampu tumbuh perlahan. Gelaran ODICOFF yang berlangsung pada November 2021 adalah salah satu bukti bahwa ekspor pertanian tidak mati, bahkan diminati pasar Eropa. Kedua, aktor di belakang kontrak senilai Rp 2,3 triliun di 10 negara tersebut adalah kaum milenial. Begitu pun halnya ekspor di luar gelaran tersebut, jika dicek mendalam bisa diketahui para pelakunya sudah banyak dikawal oleh anak muda.

Baca Juga

 

“Hanya pertanian yang sektor ekonominya masih tumbuh. Hortikutura menjadi primadona bagi anak muda. Di masa pandemi banyak tumbuh ecommerce sayuran dan buah guna memenuhi kebutuhan rumah tangga yang notabene juga dinakhodai oleh anak muda,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam pesan virtual bimtek bertemakan, ‘Petani Milenial Sukses di Bidang Hortikultura,’ pada Sabtu (19/12).

photo
Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar bimtek bertemakan, ‘Petani Milenial Sukses di Bidang Hortikultura,’ pada Sabtu (19/12). - (Kementan)

Anton, panggilan akrabnya, mengatakan seiring bertumbuhnya agribisni baik dari hulu ke hilirnya, banyak ide kreatif yang muncul dari anak-anak muda. “Data menunjukkan, pada saat harga bawang sempat gonjang ganjing, setelah saya ke cek ke lapangan, menarik diketahui bahwa salah satu faktor penyebabnya karena saking banyaknya yang tanam bawang. Milenial berbondong-bondong tanam bawang sehingga terjadi over stock jadi harganya turun. Kami pun sudah mengupayakan agar harga kembali stabil," ujarnya.

Masyarakat pasti tidak asing dengan sosok Narji. Komedian yang mulai vakum di industri hiburan itu kini aktif di media sosial. Tak lagi memprioritaskan dunia lawak, dirinya justru kini menggeluti dunia pertanian. Tetap dibumbui aneka canda khasnya, Narji makin tertarik mempromosikan keasyikannya dalam hal bertani. Mengaku berawal dari keisengannya untuk turun ke sawah milik mertuanya di Pekalongan, Narji kini makin tekun di beberapa komoditas pertanian lainnya, termasuk sayuran.

“Saya itu berasal dari keluarga petani. Kita harus bangga jadi petani, kalo bukan dari petani, manusia tidak bisa makan. Kelebihan jadi petani adalah menjadikan orang senantiasa berproses dan berjuang. Berbicara mangga Indramayu, berarti menaikkan pamor ikon daerah. Ini artinya harus ada penerus mangga yang lainnya karena mangga merupakan perjuangan nenek moyang,” ujarnya.

Narji juga memberi semangat agar petani mau terus belajar dan berinovasi. Jika mangga dalam setahun hanya dua kali panen, maka masa kosong tersebut perlu diisi dengan kegiatan bertani yang lain. Bukan mustahil, mangga diolah dalam bentuk pangan olahan lainnya.

“Saya juga berharap budidaya mangga tidak berhenti di generasi sekarang tapi diteruskan ke generasi ke bawahnya. Nanti kalau masuk masa panen lagi, saya diundang yah,” celotehnya yang dijawab dengan tepuk tanggan petani muda yang berada di kawasan Agrowisata Situ Bolang, Indramayu.

Indramayu sendiri terkenal secara turun temurun sebagai sentra mangga. Tercatat beragam jenis mangga Indramayu. Ini perlu dipertahankan keberadaannya hingga generasi berikutnya.

“Di Indramayu ada 833 ribu pohon mangga. Kami berharap kaum milenial menjadi penerus  budidaya mangga baik di sisi produksi maupun pasca panen. Khusus varietas agrimania dan cengkir sudah disertifikasi. Gedong gincu itu serupa tapi tak sama dengan mangga Indramayu. Meskipun demikian kami mengharapkan masing-masing wilayah mengembangkan mangga Indramayu baik gedong gincu maupun varietas lainnya. Data kami menyebutkan sekitar 25 macam varietas mangga asli Indramayu yang kita tidak ketahui keberadaannya,” ujar Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Indramayu, Usep.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement