Rabu 03 Nov 2021 08:38 WIB

Fed Diperkirakan Umumkan Tapering di Tengah Tekanan Inflasi

Dalam 12 bulan terakhir, indeks harga pengeluaran inti naik 3,6 persen.

The Federal Reserve
Foto: AP Photo/Andrew Harnik
The Federal Reserve

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Federal Reserve AS diperkirakan segera mengumumkan bahwa bank sentral akan mulai mengurangi program pembelian asetnya (tapering) di tengah kekhawatiran besar atas tekanan inflasi yang terus-menerus. Pengumuman dilakukan ketika mereka mengakhiri pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu (3/11) waktu setempat.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pembuat kebijakan Fed diperkirakan akan memberikan suara bulat selama pertemuan kebijakan dua hari yang dimulai Selasa (2/11) untuk mengurangi pembelian aset bulanan bank sentral sebesar 120 miliar dolar AS, kata Diane Swonk, kepala ekonom di firma akuntansi besar Grant Thornton. "Komite berharap untuk mengakhiri pengurangan pembelian asetnya pada pertengahan 2022. Mungkin harus mempercepat garis waktu itu jika inflasi tidak cukup cepat moderat," kata Swonk dalam sebuah analisis. 

Ia menambahkan FOMC harus mengatasi masalah inflasi yang pelik dalam pernyataannya tentang kebijakan.

Dalam 12 bulan hingga September, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti, ukuran inflasi pilihan Fed, naik 3,6 persen untuk bulan keempat berturut-turut. Posisi ini tetap di level tertinggi sejak Mei 1991, menurut Departemen Perdagangan AS. Swonk memperkirakan indeks harga PCE inti mencapai puncaknya di atas 4,0 persen pada akhir tahun ini dan melambat menjadi 3,5 persen pada pertengahan 2022, masih di atas target inflasi bank sentral sebesar 2,0 persen.

Sementara itu, tingkat pengangguran AS diperkirakan turun di bawah 4,0 persen pada paruh pertama 2022 dari 4,8 persen pada September, menurut Swonk. "Pergeseran itu akan mendorong tapering yang lebih cepat dan kenaikan suku bunga yang lebih cepat daripada yang ditetapkan Federal Reserve dalam perkiraan September," katanya.

Joseph Brusuelas, kepala ekonom di perusahaan akuntansi dan konsultan RSM US LLP, memperkirakan Ketua Fed Jerome Powell menggunakan konferensi persnya pada Rabu waktu setempat untuk menegaskan kembali bahwa tapering tidak diperketat. "Jauh dari diskusi tapering, The Fed akan mempertahankan kebijakan suku bunganya dalam kisaran antara nol dan 25 basis poin dan tidak membuat perubahan apa pun pada suku bunga yang dibayarkan atas kelebihan cadangan," kata Brusuelas.

The Fed telah berjanji untuk mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada level rekor terendah mendekati nol sejak dimulainya pandemi COVID-19. Jay H Bryson, kepala ekonom di Wells Fargo Securities, percaya bahwa Powell kemungkinan akan memasangkan pengumuman tapering dengan pengingat tegas lainnya bahwa batasan untuk meningkatkan suku bunga jangka pendek jauh lebih tinggi.

"Pada tingkat pertumbuhan pekerjaan Agustus, dibutuhkan sedikit lebih dari dua tahun untuk memulihkan 100 persen pekerjaan yang hilang selama pandemi, dan bahkan saat itu ekonomi masih akan kekurangan beberapa juta pekerjaan dari tren prapandemi," kata Bryson.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement