Rabu 25 Aug 2021 18:27 WIB

BUMN Klaster Pangan Komitmen Terapkan Tata Kelola Perusahaan

BUMN Klaster Pangan melaksanakan penerapan good corporate governance

BUMN Klaster Pangan terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui pengembangan portofolio produk pangan yang terjangkau dan berkualitas untuk masyarakat. Salah satu pengembangan produk terbaru adalah produk beras Rania yang merupakan hasil kerja sama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI dengan PT Pertani (Persero).
Foto: istimewa
BUMN Klaster Pangan terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui pengembangan portofolio produk pangan yang terjangkau dan berkualitas untuk masyarakat. Salah satu pengembangan produk terbaru adalah produk beras Rania yang merupakan hasil kerja sama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI dengan PT Pertani (Persero).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI selaku Koordinator BUMN Klaster Pangan memastikan seluruh BUMN Klaster Pangan melaksanakan penerapan good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik.

Direktur Utama RNI, Arief Prasetyo Adi mengatakan hal ini sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang menekankan seluruh pejabat dan insan BUMN Klaster Pangan patuh pada peraturan yang berlaku melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik seluruh sektor mulai perikanan, padi dan hortikultura, dan perdagangan yang tergabung dalam BUMN Klaster Pangan. "Integritas adalah prioritas, oleh karenanya kami menjunjung tinggi budaya Akhlak di seluruh insan BUMN Klaster Pangan," ujar Arief dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (25/8).

Selain itu, Arief menambahkan upaya - upaya transformasi BUMN pangan telah disiapkan menuju Indonesia Holding BUMN pangan di antaranya menekankan refocusing terhadap bisnis-bisnis yang akan diterapkan setiap BUMN pangan yang akan dimerger. "Refocusing terhadap bisnis-bisnis yang akan diterapkan setiap BUMN pangan yang akan dimerger," ucap Arief.

Arief menyebut salah satunya adalah transformasi BUMN Perikanan yang saat ini dalam proses tahapan penggabungan Perikanan Indonesia (Perindo) dan Perikanan Nusantara (Perinus). Arief mengatakan terdapat transformasi bisnis untuk mendukung pemerintah di sektor perikanan, khususnya dalam meningkatkan ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar internasional. 

Menurut Arief, BUMN Perikanan ke depan akan ditingkatkan dengan memberikan manfaat kepada ekosistem nelayan, meningkatkan hasil offtake nelayan, nilai tukar nelayan, menjaga ketersediaan dan aksesibilitas produk perikanan, meningkatkan kualitas mutu produk hingga pemberdayaan UMKM. 

Arief menyebut rencana penggabungan lainnya adalah pada sektor perdagangan dan logistik seperti PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan BGR Logistics yang berperan meningkatkan efisiensi logistik pangan di Indonesia, mengurangi food loss pada rantai produsen, meningkatkan penetrasi bisnis trading dan logistik, hingga peningkatan pada keterjangkauan pembelian produksi nelayan dan petani hingga ke daerah pelosok di Indonesia dengan mengutamakan mutu dan kualitas produk pangan."Selain itu penggabungan juga dilakukan untuk peningkatan kapabilitas dan kapasitas operasional, mengurangi persaingan serta menjaga kondisi industri," lanjut Arief.

Arief menambahkan dari hasil kajian pun terdapat tren di beberapa sektor Industri akibat kondisi covid-19 yang mendorong BUMN pangan untuk melakukan perubahan dan percepatan. Seperti pada BUMN pangan sektor padi dan hortikultura terdapat peningkatan efisiensi pada menurunnya harga komoditas sehingga peran penggabungan BUMN pangan terkait akan meningkatkan dorongan pembelian secara daring, perluasan basis pemasok bagi petani untuk memastikan pasokan."BUMN Klaster Pangan mengedepankan business to business bersamaan dengan mendorong inklusivitas untuk petani, peternak dan nelayan," kata Arief.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement