Rabu 10 Feb 2021 15:36 WIB

Tiga Operator Dukung Penerapan Sistem Tol Nirsentuh

Pemerintah akan menerapkan sistem tol nirsentuh di seluruh ruas tol Indonesia.

Sejumlah kendaraan melintas di ruas Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (6/2/2021). Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR berharap implementasi sistem transaksi nontunai nirsentuh atau tanpa setop di tol dapat berjalan secara bertahap mulai 2022 mendatang.
Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah kendaraan melintas di ruas Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (6/2/2021). Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR berharap implementasi sistem transaksi nontunai nirsentuh atau tanpa setop di tol dapat berjalan secara bertahap mulai 2022 mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni Jasa Marga, Hutama Karya, dan Astra Infra berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam penerapan sistem tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) di seluruh ruas tol Indonesia.

"Jasa Marga akan mematuhi dan mengikuti seluruh regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, khususnya BPJT. Ini merupakan komitmen kami dalam mendukung penerapan MLFF di Indonesia," ujar Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti dalam konferensi internasional daring mengenai operasional dan pemeliharaan jalan tol di Jakarta, Rabu (10/2).

Baca Juga

Sedangkan VP Operasi Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya, Jimmy Leonard menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penerapan sistem MLFF.

"Hutama Karya mendukung dan menunggu arahan dari regulator dalam hal ini BPJT terkait penerapan MLFF," ujar Jimmy.

Dalam kesempatan sama, CEO Toll Road Business Astra Infra, Krist Ade Sudiyono mengatakan bahwa Pada dasarnya Astra Infra selaku BUJT di bawah satu naungan dan sejalan dengan pemerintah bahwa BUJT membutuhkan solusi dalam hal sistem transaksi tol dan Astra Infra meyakini MLFF adalah solusinya.

"MLFF adalah solusi teknologi yang harus dijalankan di jalan-jalan tol Indonesia dalam rangka menggantikan sistem tap and go menggunakan kartu e-toll," kata Krist Ade.

Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI), menurut dia, telah berdiskusi dengan pemerintah terkait bagaimana menerapkan teknologi MLFF ini agar berhasil dalam implementasinya. "Dalam pandangan Astra Infra, teknologi MLFF merupakan solusi terbaru bagi customer experience dalam bisnis jalan tol," ujar CEO Toll Road Business Astra Infra tersebut.

Sebelumnya Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berharap implementasi sistem transaksi tol nontunai nirsentuh atau Multilane Free Flow (MLFF) dapat dijalankan secara bertahap mulai 2022.

Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan bahwa nantinya penerapan sistem MLFF tersebut berdasarkan lingkup wilayah dan tidak per ruas tol. Dengan dilaksanakannya sistem transaksi MLFF ini diharapkan memperlancar dan mempercepat arus kendaraan dalam melakukan pembayaran sehingga tidak ada penumpukan di gerbang tol.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement