Jumat 20 Mar 2026 06:06 WIB

143,9 Juta Warga Mudik, Ini Tips Aman Selama Perjalanan Lebaran

Persiapan matang menjadi kunci agar perjalanan mudik tetap aman.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Gita Amanda
Antrean pengendara melintasi jalur mudik Nagreg di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/3/2026). Satlantas Polresta Bandung mencatat pada H-3 Lebaran Idul Fitri 2026 sebanyak 110.362 kendaraan telah melintasi jalur nagreg menuju Garut, Tasikmalaya dan Jawa Tengah dan diprediksi terus mengalami peningkatan melampaui puncak arus mudik tahun lalu yang mencapai total 115.000 kendaraan.
Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Antrean pengendara melintasi jalur mudik Nagreg di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/3/2026). Satlantas Polresta Bandung mencatat pada H-3 Lebaran Idul Fitri 2026 sebanyak 110.362 kendaraan telah melintasi jalur nagreg menuju Garut, Tasikmalaya dan Jawa Tengah dan diprediksi terus mengalami peningkatan melampaui puncak arus mudik tahun lalu yang mencapai total 115.000 kendaraan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arus mudik Idul Fitri mulai meningkat. Kementerian Perhubungan memperkirakan sekitar 143,9 juta orang akan pulang ke kampung halaman tahun ini. Di tengah tingginya mobilitas, pemudik diingatkan untuk menyiapkan perjalanan dengan matang agar tetap aman dan nyaman.

Sebagian besar masyarakat diperkirakan menggunakan mobil pribadi, mencapai 76,24 juta orang. Sementara itu, jutaan lainnya memilih bus, kereta api, dan pesawat. Perjalanan panjang dengan berbagai moda ini membuat risiko di perjalanan tidak dapat dihindari sepenuhnya.

Baca Juga

Direktur & Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia Ignatius Hendrawan mengatakan ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan pemudik untuk mengurangi risiko selama perjalanan. “Perjalanan mudik sering kali panjang dan padat. Persiapan yang baik akan sangat membantu agar perjalanan tetap aman,” ujarnya, dikutip Kamis (19/3/2026).

Ia menyarankan pemudik memilih waktu keberangkatan dengan cermat. Menghindari jam-jam padat dapat membantu perjalanan lebih lancar dan mengurangi kelelahan di jalan.

Selain itu, kebutuhan perjalanan perlu disiapkan sejak awal. Perbekalan, obat-obatan pribadi, hingga dokumen penting seperti tiket dan identitas diri harus dipastikan tidak tertinggal, terutama bagi pengguna transportasi umum.

Kondisi tubuh juga perlu dijaga. Pemudik disarankan beristirahat cukup sebelum berangkat dan memanfaatkan waktu berhenti untuk meregangkan tubuh agar tetap bugar selama perjalanan.

Bagi pengguna mobil pribadi, perhatian terhadap kondisi kendaraan menjadi hal utama. Rem, ban, dan oli harus dipastikan dalam kondisi baik sebelum berangkat. Pengemudi juga diimbau menjaga jarak aman, mematuhi batas kecepatan, serta waspada terhadap kondisi jalan.

Perencanaan titik istirahat turut menjadi bagian penting. Berhenti secara berkala di rest area dapat membantu mengurangi kelelahan dan menjaga konsentrasi saat berkendara.

Meski persiapan sudah dilakukan, risiko seperti keterlambatan, gangguan kendaraan, hingga kondisi darurat tetap dapat terjadi. Karena itu, pemudik diminta tetap waspada sepanjang perjalanan.

Dengan langkah-langkah sederhana tersebut, perjalanan mudik diharapkan bisa berlangsung lebih aman. Harapannya, masyarakat dapat tiba di kampung halaman dengan selamat dan menikmati momen Lebaran bersama keluarga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement