Senin 16 Nov 2020 17:21 WIB

Wapres Jelaskan Dua Alasan UMK Perlu Dikembangkan

Kemauan politik pemerintah mengembangkan UMK dan ekonomi syariah sangat besar.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Fuji Pratiwi
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Kiai Ma'ruf meresmikan pembukaan Webinar BMT Summit 2020 secara virtual, Senin (16/11).
Foto: dok. KIP/Setwapres
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Kiai Ma'ruf meresmikan pembukaan Webinar BMT Summit 2020 secara virtual, Senin (16/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menjelaskan dua alasan saat ini merupakan momen tepat untuk menggelorakan dan mengembangkan usaha mikro dan kecil (UMK), terutama UMK syariah.

Pertama, karena pemerintah sedang berupaya keras untuk membangkitkan perekonomian akibat pandemi Covid-19. Alokasi pemerintah untuk menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat dan UMK dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sekitar Rp 350 triliun. Selain itu, pemerintah juga memberikan berbagai insentif seperti Program Bantuan Produktif untuk pelaku usaha mikro.

Baca Juga

"Memang belum mencakup seluruh usaha mikro yang ada. Namun, kemauan politik pemerintah untuk memberikan prioritas kepada usaha mikro merupakan angin segar bagi upaya pemberdayaan usaha mikro di seluruh pelosok Tanah Air," ujar Kiai Ma'ruf saat meresmikan pembukaan Webinar BMT Summit 2020 secara virtual, Senin (16/11).

Karena itu, pengembangan UMK sangat tepat mengingat usaha mikro dan kecil adalah tulang punggung dalam penyerapan tenaga kerja yang hampir 75 persen dari seluruh angkatan kerja. Sehingga, pengembangan UMKM menjadi sangat penting sebagai upaya mengurangi kesenjangan. 

Kedua, lanjut Kiai Ma'ruf, pemerintah saat ini memiliki kemauan politik yang sangat tinggi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Apalagi dengan arah pengembangan ekonomi dan keuangan syariah difokuskan kepada empat hal. Yakni, pengembangan industri produk halal, pengembangan industri keuangan syariah, pengembangan keuangan sosial syariah, dan pengembangan dan perluasan kegiatan usaha Syariah.

Ia menyebut empat fokus itu sangatlah erat kaitannya dengan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah. "Sebab, secara langsung atau tidak, suksesnya pelaksanaan empat fokus tersebut akan menghasilkan usaha mikro dan kecil termasuk BMT yang tangguh dan memiliki daya saing," kata Kiai Ma'ruf.

Selain itu, pada fokus pengembangan industri keuangan syariah dan perluasan kegiatan usaha syariah berkaitan langsung dengan pengembangan usaha mikro kecil dan BMT.

Dengan demikian, menjaga keberlangsungan usaha mikro dan kecil termasuk BMT di dalamnya serta mempersiapkan agar mereka dapat segera bangkit menjadi sangat penting.

"Mengingat pula sebagian besar usaha mikro kecil dikelola oleh umat dan BMT merupakan sarana pembiayaan yang dikelola oleh umat," kata dia.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement