Selasa 10 Feb 2026 18:40 WIB

Harga Emas Melonjak, Pembiayaan Emas BCA Syariah Meroket

Kenaikan harga emas domestik dan global memperkuat minat masyarakat berinvestasi.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ahmad Fikri Noor
Direktur BCA Syariah Pranata di Kantor Pusat BCA Syariah, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (25/9/2025).
Foto: Eva Rianti/Republika
Direktur BCA Syariah Pranata di Kantor Pusat BCA Syariah, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (25/9/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kenaikan harga emas yang tajam mendorong minat masyarakat berinvestasi pada logam mulia. Hal itu terlihat dari lonjakan pembiayaan emas di BCA Syariah yang tumbuh pesat dalam dua tahun belakangan.

Tercatat, pembiayaan emas BCA Syariah mencapai Rp 520 miliar pada akhir 2025. Angka itu melonjak tajam dibanding Rp 154 miliar pada 2024 dan Rp 51 miliar pada 2023. Secara tahunan, pertumbuhan mencapai 238,16 persen (year on year).

Baca Juga

Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, emas kini menjadi salah satu produk konsumer paling laris di bank syariah tersebut. “Di segmen konsumer, kami fokus pada dua produk. Pertama emas, karena permintaannya tinggi, hype-nya kuat, dan harganya sedang naik,” kata Pranata dalam Taklimat Media Kinerja BCA Syariah 2025 di Kantor Pusat BCA Syariah, Jatinegara, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan harga emas secara langsung memengaruhi permintaan pembiayaan. “Dari tren yang kami lihat, ketika harga emas naik, permintaan atau pencairan emas juga ikut naik,” ujarnya.

Meski pertumbuhannya tinggi, BCA Syariah tetap waspada terhadap risiko fluktuasi harga. Pranata menegaskan, penurunan harga dapat menekan pencairan pembiayaan.

“Kalau harga turun, biasanya disbursement ikut turun. Kekhawatiran lain, jika penurunan signifikan, ini bisa jadi market risk yang berujung credit risk,” katanya.

Untuk menjaga kualitas aset, bank menerapkan uang muka 10 persen. “Alhamdulillah, sejauh ini belum ada penurunan harga emas yang drastis,” tambah Pranata.

Ia optimistis prospek pembiayaan emas masih cerah ke depan seiring makin banyak masyarakat yang memilih emas sebagai investasi jangka panjang. Tren harga emas nasional turut mendukung. Harga emas Antam melonjak sepanjang 2025 hingga awal 2026, dari kisaran Rp 2,4 juta per gram pada akhir 2025 menjadi Rp 2,954 juta per gram pada 10 Februari 2026.

Kenaikan tersebut sejalan dengan harga emas dunia yang menembus level rekor di atas 5.000 dolar AS per troy ounce, didorong ketidakpastian global dan meningkatnya permintaan aset safe haven.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement