Sabtu 14 Nov 2020 17:26 WIB

Dimata Akademisi, Pertanian Indonesia Berkembang Pesat

Kementan terbukti bisa meningkatkan produksi yang berdampak pada kesejahteraan petani

Kinerja sektor pertanian di tahun 2020 menorehkan hasil yang menggembirakan. (Ilustrasi)
Foto: istimewa
Kinerja sektor pertanian di tahun 2020 menorehkan hasil yang menggembirakan. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah pimpinan Syahrul Yasin Limpo (SYL) dinilai mampu membawa perubahan besar terhadap kemajuan sektor petanian Indonesia. Lebih dari itu, SYL bahkan dinilai sukses memenuhi kesejahteraan petani, meski ia baru setahun menduduki jabatan Menteri.

Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, Institut Pertanian Bogor (IPB), Sahara mengatakan bahwa sektor pertanian di bawah komando Mentan Syahrul mampu merealisasikan semangat gotong royong serta menjadikannya sebagai penopang utama bagi tumbuh kembangnya ekonomi nasional.

Baca Juga

"Karena itu, ke depan sebaiknya pemerintah fokus pada program jangka panjang untuk pembangunan pertanian dan industri hilirnya. Langkah ini perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah pada sektor pertanian yang akan datang," kata Sahara, Sabtu (14/11), dalam siaran persnya.

Bagi Sahara, kerja keras Kementan dalam memenuhi kecukupan pangannya patut mendapat apresiasi dari semua pihak. Melalui program percepatan tanam, Kementan terbukti mampu meningkatkan angka produksi yang berdampak pada kesejahteraan petani.

"Kinerja yang sangat bagus karena hasilnya sangat kelihatan. Pertanian Indonesia terus berkembang pesat," katanya.

Sebagai informasi, Kementan berhasil meningkatkan ekspor pertaniana menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor pertanian hingga kuartal III tahun 2020 mencapai Rp, 304,5 triliun atau naik 10 persen disbanding periode yang sama di tahun 2019.

Di samping itu, Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Oktober 2020 juga tumbuh sebesar 102,25 atau naik 0,58 persen jika dibandingkan NTP pada September 2020 yang hanya sebesar 101,66. Kenaikan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) sebesar 102,42 atau naik sebesar 0,66 persen. Kenaikan terjadi karena indek harga yang dibayar petani juga naik sebesar 0,24 persen.

"Menurut saya, dukungan pemerintah serta para pelaku di sektor pertanian menjadi sangat penting untuk memperkokoh Kementan sebagai ujung tombak dalam memajukan pertanian Indonesia," katanya.

Sementara itu, Pengamat pangan sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Sujarwo mendorong Kementan agar menjadi motor penggerak bagi pembangunan pertanian Indonesia. Menurut Sujarwo, pertumbuhan sektor pertanian menjadi momentum agar produk Indonesia dapat menguasai pasa global.

"Inilah yang saya lihat dari Pak Mentan Syahrul yang memikirkan pembangunan pertanian dalam jangka panjang. Saya kira kita semua harus mendukung upaya yang diusahakan oleh Mentan Syahrul untuk menjadikan pertanian lebih maju kedepannya," tutupnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement