Selasa 03 Nov 2020 22:18 WIB

Mentan Syahrul: Pertanian Adalah Pilar Utama Ekonomi Negara

Ada 11 pangan dasar yang saat ini menjadi perhatian pemerintah

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan sektor pertanian merupakan pilar utama dalam menghadirkan perekonomian yang kuat.
Foto: istimewa
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan sektor pertanian merupakan pilar utama dalam menghadirkan perekonomian yang kuat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan sektor pertanian merupakan pilar utama dalam menghadirkan perekonomian yang kuat. Menurutnya, pertanian adalah sektor yang paling siap untuk mengembangkan ekonomi rakyat dan memperkuat pembangunan sebuah negara.

"Sebuah negara hanya bisa kuat kalau ketersediaan pangannya cukup. Oleh karnanya dari proses itulah pertanian menjadi sangat strategis, juga penting dalam melakukan segala aktivitas mempersiapkan ketahanan pangan," ujar Mentan, Selasa (3/11), dalam siaran persnya.

Mentan mengatakan, ada 11 pangan dasar yang saat ini menjadi perhatian pemerintah. Kesebelas itu antara lain beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging kerbau, telur ayam ras, minyak goreng, dan gula pasir.

"Insya Allah sampai dengan Desember mendatang semua bahan tersebut bisa terkendali dengan baik," katanya.

Sebagai informasi, Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki beberapa program dalam menjaga ketahanan pangan seperti antisipasi stok pangan di masa pandemi. Di samping itu, ada juga 5 Cara Bertindak (CB) dalam meningkatkan kapasitas ketahanan pangan.

Kelimanha adalah peningkatan produksi, melakukan diversifikasi, memperkuat cadangan pangan dan sistem logistik dengan pengembangan cadangan pangan, pengembangan pertanian modern dan peningkatan ekspor.

Untuk merealisasikan semua target tersebut, Mentan berharap mendapat dukungan dari semua pihak, terutama pada penyediaan pangan yang cukup bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Kementan tidak bisa sendiri dan membutuhkan semua pihak agar motivasi bertani hadir di tengah-tengah kita dan tentu saja dengan teknologi dan hasil-hasil research dalam mempersiapkan segalanya," tutupnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement