Ahad 04 Oct 2020 17:51 WIB

Industri Baja Nasional Terus Diperkuat

Proyek infrastruktur harus diarahkan memberi porsi menggunakan produk baja nasional.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi
Industri pipa baja (ilustrasi). Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya memperkuat industri baja nasional.
Foto: Antara
Industri pipa baja (ilustrasi). Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya memperkuat industri baja nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya memperkuat industri baja nasional dengan mewujudkan negara mandiri dari impor komoditas tersebut. Maka diperlukan kebijakan strategis demi membangkitkan industri baja nasional.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier mengungkapkan, hampir seluruh negara di dunia saat ini mengalami pelemahan permintaan produk baja akibat pandemi Covid-19. Pemerintah pun berupaya mencari peluang agar permintaan di sektor industri baja bisa meningkat. 

Baca Juga

Di Amerika, ada upaya dari industri baja menyurati parlemen untuk mengeluarkan semacam aturan yang tujuannya mendorong industri baja agar bergerak. Sebab pada saat pandemi, hampir seluruh industri baja melambat sambil menjaha agar tidak terjadi PHK.

Ditjen ILMATE, kata Taufik, telah memacu industri baja di Tanah Air melakukan inovasi agar roda bisnisnya tetap berputar. "Inovasi jadi bagian kunci keberlangsungan baja kita," kata Taufiek di Jakarta, Ahad (4/10). 

Kedua, pemerintah, baik pusat, daerah, BUMN harus mengalokasikan minimal proyek-proyek infrastruktur yang menjadi bagian penting penyerapan baja nasional. 

Ia mengatakan, jurus yang perlu dikeluarkan yaitu penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) produk baja dan pengoptimalan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Taufiek menilai, secara teknis, SNI merupakan instrumen yang cukup baik untuk membendung impor khususnya produk hilir. 

"Kalau bahan baku saya kira itu kan hanya di pabrik. Kalau konsepnya SNI itu kan beredar di pasar. Itulah yang menjadi fokus," kata dia.

Industri yang paling hilir yang menjadi perhatian harus SNI. Untuk TKDN juga sudah diupayakan sehingga produksinya memiliki TKDN di atas 40 persen. Otomotis pemerintah, BUMN, harus membeli produk-produk yang dihasilkan dari dalam negeri.

Ia menambahkan, berbagai negara yang berkonsentrasi di sektor industri baja menggunakan skema stimulus menggairahkan sektor industri bajanya. Sikap serupa juga dilakukan antara lain oleh China. Negara tersebut mengeluarkan stimulus sampai sekitar 326 miliar dolar AS.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement