Selasa 01 Sep 2020 06:29 WIB

Koperasi Digital Pertama Hadir di Indonesia

Koperasi digital ini digagas oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
Ilustrasi Koperasi Simpan Pinjam
Foto: Foto : MgRol112
Ilustrasi Koperasi Simpan Pinjam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah terus mendorong koperasi melakukan transformasi digital. Maka Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mengapresiasi langkah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari meluncurkan aplikasi koperasi digital pertama di Indonesia.

Aplikasi bernama Nasari Digital (Nadi) itu, tidak hanya diperuntukkan bagi anggota KSP Nasari. Melainkan bisa dimanfaatkan pula oleh anggota Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Nasari Syariah.

Baca Juga

Deputi Bidang Kelembagan Kementerian Koperasi dan UKM Rulli Nuryanto menilai, Nadi sesuai keinginan pemerintah guna mendorong transformasi digitalisasi koperasi. "Koperasi harus melakukan transformasi digital. Apa yang dilakukan KSP Nasari sejalan dengan itu," ujarnya dalam Rapat Anggota Tahunan bersama tahun buku 2019, KSP Nasari dan KSPPS Nasari Syariah sekaligus peluncuran Nasari Digital, di gedung Smesco Jakarta, Senin (31/8).

Rulli menjelaskan, disaat pandemi Covid-19 seperti sekarang, pemanfaatan teknologi digital harus dimaksimalkan. Kemenkop, kata dia, juga terus mendorong agar koperasi dan UMKM memasuki ekonomi digital.

"Ketika kita bicara revolusi industri 4.0 dan menuju 5.0, ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, ternyata pemanfaatan teknologi informasi ini didorong lebih cepat, misalnya meeting melalui online. Demikian juga ekonomi, kita dorong koperasi dan umkm masuk ke ekonomi digital. Apa yang dilakukan Nasari hari ini sudah sejalan dengan keinginan tersebut," jelas Rulli.

Ia menegaskan, tujuan utama aplikasi Nadi yakni meningkatkan kualitas pelayanan bagi anggota koperasi simpan pinjam Nasari. "Memang kalo kita bicara usaha simpan pinjam koperasi, itu beda dengan usaha bank, ini hanya diperuntukkan bagi anggota dan calon anggota. Nadi ini ditujukan demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggotanya," jelasnya.

Demi memperluas akses pasar, Kemenkop mengharapkan beberapa koperasi lainnya turut beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang makin pesat melalui pemanfaatan teknologi informasi. Hal tersebut, kata Rulli, agar koperasi bisa bersaing dengan pelaku usaha lain.

Ketua KSP Nasari Sahala Panggabean menambahkan, aplikasi Nadi sangat mudah digunakan oleh anggota KSP Nasari dan KSPPS Nasari Syariah. Ia menyebutkan, dalam aplikasi itu, memuat fitur-fitur seperti simpanan, pinjaman, e-payment, dan rapat tahunan anggota secara live. Bahkan ke depan akan dikembangkan untuk e-commerce.

"Nadi merupakan aplikasi koperasi digital pertama di Indonesia. Ada fitur simpanan, pinjaman, e-payment, RAT live," kata Sahala

Menurutnya, hal tersebut sekaligus mengubah image koperasi yang ketinggalan jaman. "Kami ingin jadi agen perubahan. Merubah image koperasi yang selama ini jadul dan tidak update," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement