Senin 31 Aug 2020 21:12 WIB

GMF Pastikan Prosedur Standar Penanganan Pesawat

GMF optimistis dapat bangkit kembali pada semester dua tahun ini

Rep: rahayu subekti/ Red: Hiru Muhammad
Pekerja Garuda Maintenance Facility (GMF) dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada bagian pesawat Garuda Indonesia di Hanggar GMF AeroAsia Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (13/8/2020). Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Pekerja Garuda Maintenance Facility (GMF) dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada bagian pesawat Garuda Indonesia di Hanggar GMF AeroAsia Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (13/8/2020). Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Tbk memastikan penerapan prosedur sesuai standar yang berlaku dalam penanganan pesawat. Khususnya penerapan prosedur yang sudah ditentukan saat masa pandemi Covid-19. 

"Hal ini kami lakukan sebagai upaya meningkatkan kepercayaan para pelanggan agar berani terbang kembali tentunya dengan tetap mengedepankan pola adaptasi kebiasaan baru," kata Direktur Utama GMF I Wayan Susena dalam pernyataan tertulisnya, Senin (31/8). 

Dia menegaskan, GMF tetap memastikan kesiapan penerbangan dengan selalu menjalankan prosedur penanganan pesawat secara rutin. Khususnya denhan melakukan disinfeksi pesawat serta secara berkala melakukan perawatan dan penggantian HEPA filter sesuai petunjuk dari perusahaan manufaktur pesawat.

Susena optimistis dapat bangkit kembali pada semester dua tahun ini setalah industri penerbangan terdampak karena pandemi Covid-19. Terlebih, menurutnya saat ini sudah terlihat perkembnagan positif dari lalu lintas penerbangan yang mulai terjadi peningkatan. 

Dia menilai peningkatan tersebut sejalan dengan kampanye yang tengah digalakkan oleh stakeholder industri pariwisata Indonesia. "Saat ini secara perlahan pariwisata tanah air telah mulai menunjukkan geliat pertumbuhan positif terutama pada momentum libur panjang Hari Kemerdekaan hingga cuti bersama Tahun Baru Islam kemarin," kata Susena. 

Susena menuturkan, sesuai catatan, pada masa libur panjang debut GMF melayani kurang lebih 1.200 penerbangan domestik dan internasional terbatas. Meskipun angka tersebut belum dapat mengimbangi penerbangan dalam kondisi normal, Susena optimistis industri penerbangan terus berkembang baik. 

"Kami melihat angka ini sangat positif terutama dalam memulihkan kepercayaan pelanggan untuk terbang kembali," ujar Susena. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement