Senin 24 Aug 2020 18:14 WIB

Pemerintah Kecewa Sikap Shell Hengkang dari Blok Masela

Isu hengkangnya Shell dari proyek Blok Masela sudah berhembus sejak 2019.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto
Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mundurnya Shell dalam pengembangan Blok Masela dinilai tak profesional karena mundur disaat proyek Blok Masela sudah teken POD. Pemerintah mengaku kecewa atas langkah Shell ini.

Kepala SKK Migas, Dwi Sutjipto menjelaskan sebenarnya isu hengkangnya Shell dari proyek Blok Masela sudah berhembus sejak 2019. Hanya saja, waktu diklarifikasi saat itu Shell membantah.

Baca Juga

Ketika POD sudah disepakati, Shell kemudian menghembuskan isu tersebut dan kemudian mengajukan akses open data. "Kami juga kirim surat ke shell bahwa pemerintah kecewa dengan langkah yang diambil Shell. Kalau iya, lakukan secepatnya supaya bisa cepat dan mengganggu proyek," ujar Dwi di Komisi VII DPR RI, Senin (24/8).

Saat ini, kata Dwi butuh sekitar 18 bulan untuk proses divestasi PI Shell di Masela. Saat ini BKPM dan Kementerian ESDM sudah memberikan izin untuk para investor lain untuk open data masela tersebut.

"Sampai hari ini izin BKPM sudah disepakati. Open data. Lalu lanjutannya adalah proposal. Shell akan masuk dalam tender. Kalau pertamina minat mau ikutan dan menyiapkan proposal," ujar Dwi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement