Senin 24 Aug 2020 17:12 WIB

Tani Hub Mulai Ekspansi ke Luar Jawa-Bali

Tani Hub memiliki warehouse di Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya
Logo Startup agritech TaniHub Group
Foto: tanihub.com
Logo Startup agritech TaniHub Group

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Start Up Pertanian, Tani Hub Group, menyatakan akan memulai ekspansi bisnis ke luar Jawa dan Bali untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus produk petani. Ekspansi itu dilakukan dengan menambah warehouse atau gudang penyimpanan produk pertanian yang diserap dari para petani.

"Kita dalam dua tahun ke depan tidak hanya terfokus di Jawa dan Bali. Tapi juga di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi," kata Chief Executive Officer Tani Hub Group, Ivan Arie Setiawan, dalam konferensi pers virtual, Senin (24/8).

Baca Juga

Ivan menuturkan, dengan menambah jangkauan gudang penyimpanan, distribusi produk pangan dapat lebih merata. Hal itu akan bermanfaat bagi stabilnya harga sekaligus memberikan kepastian bagi petani setempat untuk terus melakukan proses budidaya.

Sejauh ini, kata dia, Tani Hub sudah memiliki sejumlah warehouse di Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar. Gudang tersebut demi melengkapi ekosistem rantai pasok produk pertanian yang diserap dari petani dan dijual kepada mitra bisnis maupun konsumen langsung.

 

Ivan mengatakan, selama empat tahun berdiri, Tani Hub sudah fokus untuk memperkuat sisi hulu. Hal itu dilakukan agar Tani Hub bukan sebatas menjadi penjual dari produk petani namun ikut membina petani di hulu dalam proses produksi hingga pasca panen.

"Kita juga harus kolaborasi supaya bisa membina satu juta petani dan bisa terealisasi sebelum tahun 2021. Kesejahteraan petani sangat penting untuk menjaga kelangsungan bangsa Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Supply Chain Tani Hub Group, Sariyo, mengatakan, petani yang dibinda oleh Tani Hub secara umum mengalami perbaikan dari sisi bisnis. Sebab petani bisa mendapatkan permodalan dari Tani Fund anak usaha Tani Hub Group.

Selain itu, dari pembinaan yang dilakukan, terdapat peningkatan efisiensi karena turunnya biaya produksi, hasil panen yang meningkat, dan kepastian pasar. "Saya tidak berani bilang petani sudah sejahtera, tapi ada perbaikan," kata Sariyo.

Namun, ia menekankan para petani yang menjadi mitra Tani Hub Group adalah petani yang bisa dipercaya dan mampu menjaga keberlangsungkan produksi. Perusahaan, kata dia, harus berhati-hati dalam melakukan perjanjian dengan petani agar keseimbangan suplai dan permintaan bisa terjaga.

"Artinya karena ada permintaan (yang harus dijaga), sekali kita berinteraksi dengan petani itu tidak akan berhenti," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement