Sabtu 11 Jul 2020 06:46 WIB

Inggris Ragu Pakai Teknologi China, Samsung: Kami Gantikan

Inggris Pikir Ulang Pakai Teknologi China, Samsung: Kami Gantikan

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Inggris Pikir Ulang Pakai Teknologi China, Samsung: Kami Gantikan. (FOTO: Business Times)
Inggris Pikir Ulang Pakai Teknologi China, Samsung: Kami Gantikan. (FOTO: Business Times)

Warta Ekonomi.co.id, Bogor

Bimbangnya Inggris terhadap keputusannya terhadap Huawei tampaknya membuka peluang bagi pemasok teknologi jaringan telekomunikasi asal Korea Selatan (Korsel), Samsung.

Wakil Presiden Eksekutif Samsung, Woojune Kim mengaku, pihaknya sedang berdiskusi dengan operator Eropa untuk memasok peralatan jariangan telekomunikasi.

"Satu hal yang menjadi tantangan bagi Samsung memasuki pasar Inggris atau Eropa ialah permintaan untuk teknologi RAN tunggal, lebih seperti 2G, 3G, dan seterusnya," ujar Kim kepada Komite Pembuat UU Inggris, dilansir dari Reuters, Jumat (10/7/2020).

 

Baca Juga: Duh, Trump Mau Larang Pembelian Produk yang Pakai Teknologi China

Baca Juga: Patuhi Amerika, Italia Bakal Boikot Teknologi 5G Huawei Juga?

Tak cuma itu, Samsung juga berencana menginvestasikan sumber daya perusahaan di jaringan 4G, 5G, dan 6G di masa depan. Bahkan, perusahaan itu menyanggupi untuk memasok jaringan 5G di Inggris.

"Ya, kita bisa, pasti," jawab Kim.

Sekadar informasi, pemerintah Inggris mempertimbangkan kembali lisensi yang mereka berikan kepada pemasok yang berbasis di China, Huawei. Sebelumnya, Perdana Menteri Boris Johnson memberikan peran terbatas 35% kepada Huawei.

Namun, sejumlah pihak menentang putusan itu, bahkan menyarankan agar Johnson segera memutus kemitraan dengan perusahaan telekomunikasi besutan Ren Zhengfei itu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement