Selasa 16 Jun 2020 01:36 WIB

UMKM Go Digital, Kemenkop, Lazada Luncurkan Program KAU

Bantu UMKM Go Digital, Kemenkop-UKM dan Lazada Luncurkan Program KAU

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Bantu UMKM Go Digital, Kemenkop-UKM dan Lazada Luncurkan Program KAU. (FOTO: Lazada)
Bantu UMKM Go Digital, Kemenkop-UKM dan Lazada Luncurkan Program KAU. (FOTO: Lazada)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop-UKM) meluncurkan program Kakak Asuh UMKM (KAU) untuk mempercepat upaya transformasi digital para pelaku UMKM, terutama melalui online marketplace.

Melalui KAU, Kemenkop-UKM mencetak para ahli digital marketing yang akan bertindak sebagai kakak asuh. Mereka akan mendampingi para pelaku UMKM dalam memanfaatkan marketplace secara lebih efisien.

Calon kakak asuh yang ingin bergabung bisa melakukan pendaftaran melalui platform online, Edukukm.id. Peserta terpilih akan mendapatkan pelatihan online sebagai kakak asuh, serta sertifikat online. Mereka kemudian akan mencari UMKM untuk dibantu melakukan penjualan di Lazada.co.id

Baca Juga: Ssst... DANA Tebar Diskon Produk Dalam Negeri, Belanjanya di Lazada!

"Tantangan UMKM saat ini adalah memaksimalkan pemasaran digital melalui platform online untuk menjangkau pasar yang lebih luas secara lebih efektif dan efisien. Namun, baru sekitar 13 persen UMKM yang sudah masuk ke online marketplace," ujar Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop-UKM Arif Rahman Hakim dalam video conference, Senin (15/6/2020).

Arif menambahkan, upaya mendorong semakin banyak UMKM untuk masuk ke pasar online tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah, namun juga perlu melibatkan semua pihak terkait, dalam hal ini Lazada Indonesia sebagai penyedia marketplace dan komunitas Bolu.ID, ruang berbagi pengalaman di antara UMKM.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini bersifat mutual partnership tanpa menggunakan APBN.

Sementara Direktur Utama Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata mengatakan, sebagai lembaga yang terus berupaya membina, memberdayakan, dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM di Indonesia, Smesco berinisiatif membentuk gerakan KAU.

"Ini dalam upaya membantu para pelaku UMKM Indonesia agar dapat bersaing dan mengembangkan bisnisnya secara optimal melalui platform digital," katanya.

 

 

Leo menambahkan, kerja sama perdana dengan Lazada diharapkan bisa berjalan dengan baik dan menambah pengetahuan dan pengalaman di kemudian hari. Ia juga berharap program ini nantinya didukung oleh stakeholder ataupun e-commerce lainnya.

 

KAU sejalan dengan program Gerakan Nasional (Gernas) #banggabuatanIndonesia yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo 14 Mei 2020 lalu, juga sebagai bagian dari program Bangkitkan Bisnismu yang digagas Lazada sejak awal masa pandemi dalam upaya menjaga keberlangsungan bisnis pelaku bisnis, terutama UKM.

"Kami optimis #BangkitkanBisnismu bisa berkontribusi terhadap Gernas #banggabuatanIndonesia, sekaligus mendukung perekonomian negara dan pelaku UKM. Salah satu inisiatif dalam program ini adalah KAU, kemitraan Lazada dengan Smesco. KAU ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong pelaku UMKM mengembangkan bisnis mereka di ranah digital melalui e-commerce," ujar Monika Rudijono, Chief Marketing Officer Lazada Indonesia.

Saat ini ribuan penjual dan jutaan barang produksi UKM lokal sudah aktif di kanal Bangga Buatan Indonesia di platform Lazada. Dalam satu minggu pertama diperkenalkannya kanal khusus #banggabuatanIndonesia di platform Lazada, lebih dari 750.000 pengunjung datang dan berbelanja produk lokal di kanal tersebut.

KAU tidak hanya menjadi ajang perkenalan dan pemberdayaan UMKM, namun juga memberikan kesempatan kepada para penjual Lazada yang telah berhasil untuk membimbing UMKM konvensional agar mereka juga dapat meraih sukses di pasar digital.

Setiap kakak asuh diharapkan bisa membantu 2–3 UMKM untuk mulai mengembangkan bisnis mereka di e-commerce. Para penjual Lazada juga berkesempatan menjadi kakak asuh, yang akan diseleksi berdasarkan beberapa kriteria, di antaranya kesamaan visi dan misi untuk memberdayakan UKM di Indonesia.

Saat ini para penjual yang sudah berhasil membangun bisnis mereka di Lazada sangat aktif berbagi ilmu melalui berbagai payung komunitas seperti Lazada Club dan Lazada University. Di tahap awal, Lazada akan mulai merekrut 100 calon kakak asuh, masing-masing dengan maksimum tiga adik asuh yang akan dibimbing.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement