Senin 11 May 2020 22:04 WIB

Hankook Kawal Fleet Customer Hindari ODOL

Pelanggan perlu memahami perbedaan karakteristik jenis ban bias dan ban radial.

Rep: Jeihan Kahfi Barlian (swa.co.id)/ Red: Jeihan Kahfi Barlian (swa.co.id)
Ban kendaraan komersial yang dipamerkan Hankook. (dok Hankook Tire)
Ban kendaraan komersial yang dipamerkan Hankook. (dok Hankook Tire)

Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), populasi kendaraan niaga seperti truk dan kontainer yang beroperasi dengan kondisi ODOL (Over Load Over Dimension) diperkirakan meningkat di jalan.

Sebagai produsen ban yang melayani segmen fleet customer atau pelanggan pengusaha angkutan niaga seperti truk, kontainer, atau bus, Hankook Tire mencoba melihat situasi ini dengan lebih komprehensif. Hankook Tire memahami, faktor cost efficiency adalah salah satu alasan di balik masih banyaknya pengusaha yang memaksimalkan kemampuan kendaraannya dalam mengangkut beban, di mana langkah tersebut menjadi upaya penghematan ongkos operasional kegiatan usaha.

Presiden Direktur Hankook Tire Sales Indonesia Yoonsoo Shin mengungkapkan, ban adalah komponen spare part yang vital dan berpengaruh terhadap keselamatan pengendara. Untuk itu secara urgensi, tujuan regulasi ini sudah sejalan dengan prioritas perusahaan dalam mewujudkan keselamatan dan keamanan pengendara dan pengguna jalan. Namun di sisi lain, pihaknya juga terus menggali peranan strategis apa yang bisa dilakukan demi mengawal kepentingan para konsumen, khususnya dalam hal menekan biaya operasional di aspek transportasi.

National Manager TBR (Truck & Bus Radial) Hankook Tire Sales Indonesia Ahmad Juweni menyebutkan, langkah pertama adalah strategi pemilihan produk ban yang tepat, dan langkah kedua adalah strategi perawatan ban secara berkala.

Pertama, pelanggan perlu memahami perbedaan karakteristik jenis ban bias dan ban radial. Kedua jenis ban ini memiliki konstruksi yang berbeda. Ban bias mempunyai bagian antara telapak ban dan casing, yang disebut dengan breaker dan terbuat dari lapisan nylon. Sedangkan pada ban radial, bagian ini disebut sebagai belt dan terbuat dari lapisan kawat baja, biasanya terdiri hingga empat lapis. Bagian casing pada ban bias terbuat dari nylon yang disusun secara diagonal, sedangkan casing pada ban radial terbuat dari kawat baja yang disusun secara radial. Karena perbedaan konstruksi tersebut, masing-masing ban mempunyai kelebihan dan kekurangannya.

Ban radial memiliki sejumlah keunggulan, pertama, pembangkitan panas yang rendah karena lapisannya yang lebih sedikit daripada bias. Kedua, usia pakai ban radial umumnya lebih panjang daripada ban bias, yang biasanya dapat mencapai 1,5-2 kali lebih awet dari ban bias. Ban radial juga mempunyai ketahanan yang baik terhadap benda tajam pada bagian telapak ban karena memiliki lapisan belt yang terbuat dari kawat baja.

Selain itu, kualitas yang paling diperhitungkan adalah tingkat kenyamanan yang baik di jalan halus atau aspalt dikarenakan casing terbuat dari kawat baja dengan jumlah lapisan tidak sebanyak pada bias yang terbuat dari nylon. Ban radial juga mempunyai daya cengkram yang handal di segala kondisi jalan karena belt terbuat dari kawat baja, maka telapak ban radial dapat mencengkram lebih rata dengan permukaan jalan.

Setelah memahami karakteristik ban radial, selanjutnya pelanggan perlu mengenal dua jenis ban radial yaitu tubetype dan tubeless. Tipe tubetype memerlukan ban dalam dan flap sebagaimana pada ban bias. Untuk pengguna ban bias yang ingin beralih menggunakan ban radial tubetype, pengguna tidak perlu mengganti peleknya selama sesuai dengan standar ukuran ban.

Sedangkan ban radial tubeless, tidak memerlukan ban dalam dan flap, sehingga ban menjadi lebih ringan yang mengarah pada konsumsi bahan bakar yang lebih rendah. Lain halnya jika pengguna ban bias ingin beralih menggunakan ban radial tubeless, ia perlu mengganti peleknya. Secara keseluruhan, ban radial dapat membantu pengusaha angkutan menghemat biaya pemakaian ban karena umur pakai ban yang panjang, sehingga biaya atau rupiah per kilometer lebih rendah.

Selanjutnya spesifikasi ban yang juga perlu pelanggan pahami adalah ukuran ban, ply rating, indeks beban (load index), simbol kecepatan, dan tekanan angin. Kemampuan daya angkut ban akan sangat berpengaruh dengan kecepatan dan tekanan angin. Hankook Tire Sales Indonesia dan jaringan distributornya siap membantu pengusaha truk dan bus untuk memilih produk yang sesuai dengan operasional perusahaan masing-masing.

Saat ini 100 persen varian ban untuk truk dan bus yang diproduksi oleh Hankook Tire menggunakan ban radial. Ban radial nyatanya memiliki tingkat kenyamanan, keamanan, serta efisiensi pemakaian yang lebih baik dari ban bias. Walaupun memiliki harga jual yang lebih mahal, material ban yang terbuat dari lapisan serat baja membuat ban radial lebih tahan guncangan dan tidak akan cepat aus saat digunakan. Kualitas ini membuat umur pakai ban radial lebih panjang. Sehingga, biaya atau rupiah per kilometer ban radial lebih rendah dan akan berkontribusi pada penurunan biaya pemakaian ban. Pengusaha angkutan dapat menghemat biaya dari pilihan ini.

Hankook Tire Indonesia menyediakan berbagai jenis ban truk dan bus untuk berbagai aplikasi berkendara dari segi jarak (pendek, menengah, jauh) dan segi tipe jalur (on-road dan off-road), Produk tersebut antara lain AH31K (Bus & Tubeless), AH30 (Cargo), AM09 (Light Truck), AM81 (on-off road), DM81 & DM07 (Mining), dan DM80D (Dump).

Ahmad Juweni juga mengingatkan pentingnya melakukan perawatan ban secara berkala. Untuk itu, Hankook Tire menyediakan layanan purna jual (after-sales service) di seluruh jaringan distributor resmi Hankook. Layanan purna jual ini dilakukan untuk memaksimalkan performa ban radial Hankook, yang akan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Jenis layanan purna jual yang ditawarkan antara lain adalah tire maintenance audit, analisa penggunaan dan perawatan ban, rekomendasi penggunaan dan perawatan ban yang baik dan benar, pelatihan mengenai pemakaian dan perawatan ban.

Salah satu tindak lanjut penting dari penggunaan ban jangka panjang ialah rotasi ban. Dengan memindahkan posisi ban secara bergilir, masing-masing ban dapat mendapatkan tekanan yang lebih seimbang serta aus yang lebih rata. Hal ini dapat meminimalisir kerusakan dan risiko berbahaya lainnya. Selain itu, sisa tinggi telapak ban juga perlu diperhatikan karena berperan penting terhadap daya cengkram ban di jalan, mencegah terjadinya slip ketika melakukan pengereman di jalanan basah, serta memastikan kendaraan tetap bisa terkendali.

“Pemeliharaan dan pengecekan ban secara rutin merupakan langkah preventif guna menghindari risiko dan kerugian yang dapat terjadi dari ban yang rusak, sehingga akan berdampak juga ke ongkos pemeliharaan yang lebih ekonomis. Selain itu juga mencegah ongkos yang melonjak jika harus tiba-tiba mengganti ban baru,” kata Ahmad.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement