Rabu 04 Mar 2026 17:42 WIB

Tahun 2025, FIF Catatkan Laba Bersih Rp 4,63 Triliun

FIF menjadi perusahaan dengan kinerja sangat sehat berdasarkan indikator OJK.

PT Federal International Finance (FIF), anak perusahaan PT Astra International Tbk dan bagian dari Astra Financial mencatatkan pertumbuhan kinerja positif pada kuartal IV 2025.
Foto: FIF
PT Federal International Finance (FIF), anak perusahaan PT Astra International Tbk dan bagian dari Astra Financial mencatatkan pertumbuhan kinerja positif pada kuartal IV 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Federal International Finance (FIF), anak perusahaan Astra dan bagian dari Astra Financial, mencatat laba bersih Rp 4,63 triliun pada periode Januari hingga Desember 2025.

Angka ini menunjukkan kenaikan 4,92 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama di tahun 2024, di mana laba bersih tercatat Rp 4,42 triliun.

Direktur FIF, Valentina Chai menyatakan, apa yang dicapai perseroan tidak lepas dari kontribusi luar biasa dari seluruh pelanggan, mitra bisnis, dan karyawan FIF.

photo
Infografis laporan kinerja PT Federal International Finance 2025. - (FIF)

“Kami mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan atas pencapaian perseroan. Ini menjadi bukti kepercayaan seluruh pihak yang menjadikan FIF solusi finansial pilihan dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembiayaan,” kata Valentina dalam keterangan, Rabu (4/3/2026).

Peningkatan laba bersih FIF tecermin dalam nilai penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp 49,45 triliun hingga akhir kuartal IV 2025, meningkat 7,64 persen (yoy). Peningkatan ini juga selaras dengan kenaikan jumlah unit yang dibiayai, mencapai 3,39 juta unit, naik 4,85 persen (yoy).

Pertumbuhan laba bersih perseroan tersebut diperoleh dari operasional seluruh layanan pembiayaan. Yakni, FIFASTRA yang hadir lewat pembiayaan sepeda motor Honda, SPEKTRA untuk produk elektronik, gadget, hingga perabot rumah tangga, dan DANASTRA yang menyediakan pembiayaan multiguna.

Selain itu, FINATRA hadir lewat pembiayaan mikro produktif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta AMITRA untuk pembiayaan syariah Haji dan Umrah.

Valentina mengatakan FIF terus berupaya mengoptimalkan seluruh layanan pembiayaan dalam mendukung pertumbuhan kinerja perusahaan.

“Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan di Indonesia, kami optimistis memberikan layanan terbaik dari seluruh layanan pembiayaan yang diperkuat dengan value chain serta digitalisasi, untuk menjadi solusi bagi seluruh kebutuhan pembiayaan masyarakat Indonesia,” tutur Valentina.

Secara Net-Services Asset (NSA), NSA perseroan tumbuh sebesar 14,38 persen yoy menjadi Rp 53,44 triliun pada kuartal IV 2025.

Selain itu, FIF mempertahankan rasio Non-Performing Finance (NPF) Nett di level 0,20 persen pada kuartal IV 2025, menjadikannya perusahaan pembiayaan dengan kinerja sangat sehat berdasarkan indikator yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Valentina menegaskan, di tengah tantangan ekonomi nasional, FIF ingin hadir sebagai #TemanMeraihImpian bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui inovasi-inovasi dan layanan terbaik. Ini sejalan dengan misi perseroan: Membawa Kehidupan yang Lebih Baik untuk Masyarakat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement