REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – UMKM kopi asal Surabaya, Koffiku, memanfaatkan kopi dari sejumlah daerah di Indonesia sebagai bahan baku produk kopi instan. Pemanfaatan kopi Nusantara tersebut dilakukan dengan menyesuaikan karakter masing-masing biji kopi dengan formulasi produk yang dikembangkan Koffiku.
Export Marketing Koffiku Ira Susanti mengatakan, Koffiku menggunakan kopi dari sejumlah daerah, termasuk Temanggung untuk jenis Robusta dan Mandailing untuk Arabika premium. Pemilihan bahan baku dilakukan dengan mempertimbangkan karakter rasa kopi agar sesuai dengan produk yang dihasilkan.
“Kalau yang Robusta kita ambil dari Temanggung. Karena kan kita lihat dari rasanya, kita cocoknya dari Temanggung,” kata Ira saat kepada Republika di lokasi Pameran SMEXPO Merah Putih 2026 di Grha Pertamina, Selasa (11/8/2026).
Sementara untuk kopi Arabika premium, Koffiku menggunakan bahan baku dari Mandailing, Sumatera Utara. Ira mengatakan Koffiku juga memiliki akses terhadap kopi dari daerah lain seperti Toraja dan Aceh.
“Kita ada Toraja, ada Aceh, ada Temanggung, ada Mandailing. Tapi tidak semua masuk, kita sesuaikan dengan formulasi,” katanya.
Kopi dari berbagai daerah tersebut kemudian dikembangkan menjadi produk instan tanpa ampas. Dengan konsep tersebut, konsumen dapat langsung menyeduh kopi tanpa harus berhadapan dengan ampas setelah minuman dikonsumsi. Koffiku memiliki sejumlah varian kopi hitam, yakni Robusta, Robusta Gourmet, Arabika, Arabika Gold, dan Blend. Perusahaan juga menawarkan varian latte seperti Cappuccino, Vanilla Latte, Hazelnut, Almond, dan 2 in 1.
Untuk varian Blend, Koffiku menggunakan perpaduan 70 persen Robusta dan 30 persen Arabika. Formulasi tersebut menjadi salah satu pilihan produk yang ditawarkan Koffiku kepada konsumen. Ira mengatakan pengembangan produk kopi instan menjadi bagian dari upaya Koffiku menghadirkan produk kopi yang praktis. Sebelumnya, usaha Koffiku juga berawal dari produk berbasis rempah sebelum kemudian melihat peluang pengembangan bisnis di sektor kopi.