Rabu 26 Feb 2020 15:09 WIB

Mandiri Gandeng 16 Platform untuk Salurkan Pinjaman UMKM

Total dana pinjaman yang dapat tersalurkan pada 2020 ditargetkan mencapai Rp 1 M.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Gita Amanda
T Bank Mandiri (Persero) Tbk menggandeng 16 platform digital untuk memperluas penyaluran modal pinjaman bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.
Foto: Darmawan/Republika
T Bank Mandiri (Persero) Tbk menggandeng 16 platform digital untuk memperluas penyaluran modal pinjaman bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BUMN Perbankan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menggandeng 16 platform digital untuk memperluas penyaluran modal pinjaman bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. Total dana pinjaman yang dapat tersalurkan pada tahun 2020 ini ditargetkan mencapai Rp 1 triliun.

Sebanyak 16 platform itu terdiri dari tiga perusahaan e-commerce, sembilan perusahaan teknologi finansial serta tiga enabler. Mereka di antaranya, Bukalapak, Shopee, Tokopedia, Grab, Ovo, okke, Akseleran, Amartha, serta Crowde, Investree, Koinworks, Modal Rakyat, Taralite, Trusting Social, Privyid.

Direktur Utama Bank Mandiri, Royke Tumilaar, menuturkan, dipilihnya platform digital sebagai lembaga penyalur kredit demi meningkatkan efisiensi biaya penyaluran. Di satu sisi, mempercepat jangka waktu pencairan modal pinjaman hingga sampai ke pelaku UMKM.

"Ini untuk kemudahan akses transaksi karena segmen UMKM akan terus menjadi pendorong roda perekonomian," kata Royke Tumilaar dalam penandatanganan kerja sama di Mandiri Club Jakarta, Rabu (26/2).

Ia menuturkan, Bank Mandiri perlu memperkuat basis bisnis penyaluran kredit UMKM dengan basis teknologi digital yang bagus. Pihaknya berharap menggandeng platform digital sebagai lembaga penyalur diharapkan bisa menjadi terobosan untuk mempermudah jangkauan UMKM terhadap modal perbankan.

"Market UMKM besar dan kita tidak bisa pakai cara lama. Tapi Bank Mandiri tetap di kredit komersial sehingga tidak bersaing dengan bank penyalur KUR," katanya menambahkan.

Menurut dia, kerja sama tersebut sangat strategis. Sebab, hingga akhir tahun 2019 lalu, total dana pinjaman yang disalurkan melalui platform digital kepada UMKM mencapai lebih dari Rp 100 miliar. Tahun ini ditargetkan tembus hingga Rp 1 triliun.

Royke optimistis, sebab adanya teknologi e-commerce maupun teknologi finansial sangat mempermudah penyaluran pembiayaan produktif. Ia mengatakan, ke depan perseroan akan terus membuka akses pembiayaan dengan merangkul lebih banyak platform digital potensial lainnya.

Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir Mandiri telah menerapkan transformasi digital pada proses internal sehingga pemrosesan kredit menjadi sangat ringkas.

Adapun, dari sisi teknologi, Bank Mandiri menggandeng platform TI seperti PrivyID, Trusting Social Indonesia, dan Mitra Transaksi Indonesia, untuk memastikan kecepatan dan ketepatan dalam penyaluran kredit UMKM.

"Partner plaform TI dibutuhkan untuk menyiapkan teknologi penunjang seperti scoring model berbasis machine learning, e-KYC biometric, dan penggunaan tanda tangan digital," ujarnya.

Dari sisi aspek manajemen risiko, Royke menuturkan Bank Mandiri memastikan bahwa proses penyaluran kredit secara non-tradisional ini akan memenuhi prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik. Pihaknya berharap kerjasama tersebut tetap memperhatikan kualitas penyaluran kredit UMKM berbasis platform sehingga rasio kredit bermasalah terjaga baik.

  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement