Ahad 23 Feb 2020 13:29 WIB

Menhub: Corona tak Usik Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Menhub menyebut, wabah corona tak ganggu proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Foto udara terowongan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung di Cibeber, Cimahi, Jawa Barat. Terlepas dari wabah virus corona tipe baru, Covid-19, di China, Pemerintah tetap berkomitmen proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sesuai target selesai pada akhir 2021.
Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Foto udara terowongan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung di Cibeber, Cimahi, Jawa Barat. Terlepas dari wabah virus corona tipe baru, Covid-19, di China, Pemerintah tetap berkomitmen proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sesuai target selesai pada akhir 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sesuai target selesai pada akhir 2021. Wabah penyakit akibat infeksi virus corona tipe baru, Covid-19, yang melanda China disebut tak akan mengganggu kelancaran pengerjaan proyek.

"Saya tegaskan di sini bahwa pemerintah tetap mentargetkan proyek kereta cepat ini selesai akhir 2021. Soal ada virus corona di China, kita tetap berjalan dan tidak terganggu dengan adanya tenaga dan peralatan dari China," kata Menhub kepada pers di Purwakarta, Jawa Barat, Ahad.

Baca Juga

Hal tersebut dikatakan saat meninjau kemajuan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yamg juga dihadiri Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri dan Dirut PT KAI (Persero) Edy Sukmoro. Menurut Menhub, dari hasil peninjauan langsung dan laporan yang diterima, semua pengerjaan proyek berjalan sesuai dengan rencana dan target.

Menhub menyatakan optimismenya target selesai akhir 2021 bisa tercapai. Menhub menegaskan pula, sekalipun proyek kereta cepat ini merupakan kerja sama dengan China, namun hal tersebut tidak mengganggu pelaksanaan proyek, termasuk ada tenaga ahli dan peralatan dari China.

"Sekali lagi saya katakan target proyek selesai akhir 2021 akan tercapai," katanya.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan Proyek Strategis Nasional yang dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Berdasarkan informasi dari PT KCIC, hingga saat ini progres pembangunan mencapai 43,45 persen.

Saat ini, PT KCIC tengah mengerjakan sebanyak 13 tunnel atau terowongan. Sementara progres pembebasan lahan mencapai 99,96 persen.

Kereta Cepat Jakarta Bandung akan memiliki panjang mencapai 142,3 kilometer. Rencananya, akan ada empat stasiun pemberhentian, yakni Stasiun Halim, Karawang, Walini, hingga Tegalluar, Bandung.

Dari jalur tersebut sebanyak 80 kilometer dibangun layang. Sedangkan, sisa jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung digarap di atas tanah yang di antaranya melalui tunnel atau terowongan yang menembus bukit. Dengan keberadaan Kereta ini, waktu tempuh Jakarta – Bandung akan lebih cepat yaitu sekitar 46 menit dengan kecepatan sekitar 350 kilometer per jam.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement