Selasa 11 Feb 2020 12:24 WIB

Penjualan Ritel pada Januari 2020 Diperkirakan Tumbuh Minus

Pertumbuhan penjualan ritel yang minus ini disebabkan pola konsumsi masyarakat.

Konsumen/ilustrasi
Foto: IST
Konsumen/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjualan eceran pada Januari 2020 diprakirakan turun sejalan dengan pola musimannya pada awal tahun. Kondisi ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2020 yang diprakirakan tumbuh minus 3,1 persen (yoy) dari Desember 2019 yang tumbuh minus 0,5 persen (yoy).

Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) dalam info terbarunya di Jakarta, Selasa (11/2) menyebutkan, penurunan penjualan eceran disebabkan terutama oleh penjualan kelompok barang budaya dan rekreasi, serta kelompok sandang.

Baca Juga

"Penurunan tersebut sejalan dengan pola konsumsi masyarakat yang kembali normal setelah perayaan terkait Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)," kata info tersebut.

Dijelaskan, penjualan eceran pada kuartal IV 2019 mencatatkan pertumbuhan yang meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya. IPR pada kuartal IV 2019 tumbuh 1,5 persen (yoy), sedikit lebih tinggi dari 1,4 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Peningkatan pertumbuhan tersebut ditopang oleh penjualan kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya, serta kelompok suku cadang dan aksesori yang tetap tinggi.

Tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran dalam enam bulan mendatang atau Juni 2020 diprakirakan menurun. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 6 bulan yang akan datang sebesar 166,0, lebih rendah dari 177,8 pada bulan sebelumnya.

"Menurunnya harga pada Juni diprakirakan karena kembali normalnya harga pasca Ramadhan dan HBKN Idul Fitri," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement