Selasa 04 Feb 2020 15:18 WIB

Salah Satu Bank Syariah Terbesar di Dunia akan PHK Karyawan

Tenaga kerja bank syariah yang di-PHK diperkirakan mencapai lebih dari 500 orang.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda
Seorang wanita tampak melintas di depan salah satu kantor cabang Noor Islamic Bank di Dubai.
Foto: au.ibtimes.com
Seorang wanita tampak melintas di depan salah satu kantor cabang Noor Islamic Bank di Dubai.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Dubai Islamic Bank (DIB) dikabarkan akan mengurangi lebih dari separuh tenaga kerja setelah mengakuisisi Noor Bank. Informasi pengurangan kerja tersebut berasal dari tiga narasumber yang diwawancarai Reuters.

"Pemotongan hubungan kerja akan ada di kedua sisi, tetapi DIB adalah pihak yang mengakuisisi, sehingga kemungkinan pemotongan kerja akan lebih pada Noor," kata sumber tersebut, dilansir Reuters, Senin (3/2).

Jumlah tenaga kerja yang diberhentikan diperkirakan mencapai lebih dari 500 orang. Jumlah pastinya baru akan jelas setelah pembahasan antara kedua bank selesai.

DIB memiliki lebih dari 9.000 karyawan, sementara Noor Bank memiliki antara 1.200-1.400 staf. DIB tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pemutusan hubungan kerja ini menambah kekhawatiran akan lapangan kerja di Uni Emirat Arab (UEA). Pertumbuhan ekonomi terpantau melambat terutama di Dubai, yang juga menderita penurunan bisnis properti.

Gelombang merger di perbankan UEA seiring dengan persaingan ketat dan regulasi. Ini telah memberikan tekanan pada sektor keuangan di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia Arab itu.

DIB menyelesaikan akuisisi Noor Bank pada Januari. Kesepakatan ini menjadikan DIB sebagai salah satu bank syariah terbesar di dunia, dengan total aset senilai 275 miliar dirham (75 miliar dolar AS) atau Rp 1.028 triliun.

Proses integrasi telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Para direksi telah duduk bersama untuk membahas siapa yang akan tetap menjabat.

"CEO Noor Bank John Iossifidis telah mengumumkan resmi pengunduran dirinya," kata sumber mengutip memo internal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement