Rabu 22 Jan 2020 18:28 WIB

Perusahaan Payment Gateway, Apa Tugasnya?

Payment gateway ada setelah user melakukan chek out saat bertransaksi di website.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda
Fintech (ilustrasi)
Foto: Republika
Fintech (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri digital yang semakin menjamur telah menyuburkan lini bisnis baru yang berbasis teknologi. Era serba digital membawa banyak pemain di belakang layar yang sering kali tidak diketahui keberadaannya oleh pengguna.

Salah satu contohnya adalah industri payment gateway atau gerbang pembayaran. Seorang pengguna tidak akan sadar bahwa mereka selalu menggunakannya ketika bertransaksi secara online. Dimana sih letak payment gateway?

CEO salah satu perusahaan gerbang pembayaran di Indonesia Faspay, Eddy Tju menyampaikan payment gateway pada dasarnya memudahkan sebuah entitas untuk mengelola uang masuk dan keluar secara seamless. Gerbang pembayaran ada setelah menu check out saat seseorang bertransaksi.

Misal, pengguna berbelanja di niaga daring. Setelah memilih barang ia akan check out dan tiba di laman pembayaran payment gateway tersebut. Mereka akan dihadapkan pada pilihan-pilihan pembayaran mulai dari mobile banking, virtual account, uang digital, hingga pilihan pembayaran di merchant ritel. 

Sering kali pengguna mengira bahwa layanan itu disediakan oleh niaga daringnya. Pada entitas niaga daring tersebut bekerja sama dengan perusahaan payment gateway.

Eddy menyampaikan sebuah perusahaan payment gateway harus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membentuk ekosistem yang kuat. Ia mengatakan Faspay fokus untuk kerja sama bussiness to bussiness dan meningkatkan inklusi keuangan melalui kemudahan transaksi.

"Kami berkembang seiring dengan perkembangan era digitalisasi, e-commerce, fintech," katanya saat berkunjung ke Kantor Republika, Rabu (22/1).

Sejak berdiri pada 2012, Faspay mengiringi perkembangan digitalisasi di Indonesia. Pada saat itu, memproses 10 transaksi per bulan saja sudah keberhasilan sangat baik. Kini, seiring dengan digitalisasi transaksi, Faspay sudah memproses dua juta transaksi per bulan.

Rata-rata nilai transaksi per bulannya mencapai Rp 1,5 triliun. Faspay menjadi fintech gerbang pembayaran pertama yang mendapat lisensi dari Bank Indonesia (BI) pada 2017 setelah akhirnya BI mengeluarkan PBI Gerbang Pembayaran pada 2016.

Mayoritas transaksi berasal dari fintech peer to peer lending sekitar 50 persen, ecommerce, dan hospitality. Eddy menyampaikan target tahun ini Faspay bisa mencatat pertumbuhan dua kali lipat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement