Rabu 13 May 2026 12:05 WIB

Harga Telur Anjlok, Zulhas Dorong MBG Pakai Telur Dua Kali Sepekan

Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan harga telur agar peternak tidak merugi.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Ahmad Fikri Noor
Peternak memperlihatkan telur ayam yang dipanen di Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Jumat (8/8/2025).
Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda
Peternak memperlihatkan telur ayam yang dipanen di Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Jumat (8/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memperbanyak penggunaan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk membantu menstabilkan harga telur di tingkat peternak.

“Nah, kemudian harganya ini agar bisa sesuai HET telur, kita minta BGN. Karena kalau BGN dua hari saja pakai telur, itu berarti 48 juta telur satu kali belanja,” kata Zulhas saat meninjau harga dan pasokan pangan di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu.

Baca Juga

Menurut dia, peningkatan serapan telur melalui program MBG diperlukan karena pasokan telur saat ini berlebih, sementara harga di tingkat peternak mengalami penurunan. Ia menjelaskan harga telur di Pasar Palmerah terpantau sekitar Rp 27 ribu per kilogram (kg), lebih rendah dibanding harga eceran tertinggi (HET) yang berada di kisaran Rp 30 ribu per kg.

Sementara itu, harga telur yang diterima peternak disebut turun hingga sekitar Rp 20 ribu per kg dari kondisi normal sekitar Rp 23 ribu per kg.

“Pasokannya banyak, permintaannya sedikit, kita minta BGN pakai telur dua hari dalam satu minggu,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah harus menjaga keseimbangan agar harga telur tetap terjangkau bagi masyarakat, namun tidak merugikan peternak.

“HET itu konsumen enggak terlalu berat, tapi peternaknya enggak tutup. Kalau terlalu murah, peternaknya tutup,” ucapnya.

Dalam peninjauan pasar tersebut, Zulhas kemudian menelepon langsung Kepala BGN Dadan Hindayana untuk meminta penambahan penggunaan telur dalam menu MBG.

“Pak Dadan, ini harga telur di bawah HET. Ada permohonan dari para peternak petelur, BGN beberapa hari ini pakai telur dulu, Pak, agar peternak petelurnya bisa tersenyum,” ujarnya saat melakukan panggilan telepon.

photo
Pekerja menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Sehat Kemala Bhayangkari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026). - (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Menurut dia, permintaan dari program MBG memiliki pengaruh besar terhadap keseimbangan pasokan dan permintaan telur nasional.

“Kalau seminggu ini dua hari menggunakan telur, minggu depan sudah stabil,” kata Zulhas.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan pada 12 Mei 2026, harga rata-rata nasional telur ayam ras tercatat Rp 28.354 per kg atau turun 0,18 persen dibanding hari sebelumnya.

Pemerintah sebelumnya menyatakan program MBG menjadi salah satu instrumen penguatan konsumsi pangan domestik sekaligus mendukung penyerapan produk peternakan dan pertanian dalam negeri.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement