Selasa 21 Jan 2020 13:15 WIB

Wabah Virus Corona Kerek Saham Perusahaan Farmasi China

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat 3 kali lipat selama akhir pekan.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolanda
Investor bercengkrama di belakang layar yang menunjukkan pergerakan saham di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, Senin (22/7).Saham perusahaan obat di Cina meningkat tajam di tengah kekhawatiran penyebaran wabah virus korona.
Foto: Chinatopix via AP
Investor bercengkrama di belakang layar yang menunjukkan pergerakan saham di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, Senin (22/7).Saham perusahaan obat di Cina meningkat tajam di tengah kekhawatiran penyebaran wabah virus korona.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Saham perusahaan obat di Cina meningkat tajam di tengah kekhawatiran penyebaran wabah virus corona. Saham beberapa raksasa perusahaan farmasi di Shanghai dan Shenzen telah meningkat sebesar 10 persen.

Dilansir BBC, Selasa (21/1), beberapa perusahaan farmasi yang sahamnya naik 10 persen antara lain Jiangsu Sihuan Bioengineering, Shandong Lukang Pharmaceutical, dan Hengrui Medicine. Termasuk perusahaan masker Tianjin Teda dan Shanghai Dragon juga naik 10 persen.

Baca Juga

Keuntungan perusahaan farmasi tidak diikuti oleh bisnis pariwisata dan penerbangan yang harus terjun bebas. Saham Air China tercatat merugi. Selain itu, saham grup BTG Hotel juga terperosok tajam. Pasar saham China akan ditutup selama lima hari kerja yakni dari 24 Januari hingga 30 Januari 2020 karena libur Imlek.

Peningkatan ini terjadi setelah China mengkonfirmasi bahwa wabah virus corona dapat berpindah antarmanusia. Jumlah orang yang terinfeksi virus tersebut telah meningkat tiga kali lipat selama akhir pekan. Virus tersebut telah menyebar luas di kota-kota lainnya di China.

Penyebaran virus yang lebih luas dikhawatirkan dapat terjadi selama musim liburan Tahun Baru Imlek pada pekan ini. Liburan Imlek biasanya dimanfaatkan oleh penduduk China untuk mudik dan bepergian di dalam negeri maupun ke luar negeri.

Pihak berwenang mengkonfirmasi  217 kasus baru virus corona di China pada hari Senin. Televisi negara melaporkan, 198 kasus di antaranya berada di Wuhan. Sementara, lima kasus baru dikonfirmasi terjadi di Beijing dan 14 lainnya di provinsi Guangdong.

Pernyataan lain mengkonfirmasi kasus baru di Shanghai, sehingga jumlah kasus virus corona yang tercatat di seluruh dunia menjadi 222 kasus.

Virus ini termasuk dalam keluarga coronavirus yang sama dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), yang menewaskan hampir 800 orang secara global selama wabah 2002/03 yang juga dimulai di China. Gejalanya meliputi demam dan kesulitan bernafas, yang mirip dengan banyak penyakit pernapasan lainnya dan menimbulkan komplikasi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement