Jumat 17 Jan 2020 14:58 WIB

Apa Itu Subsidi Tertutup Gas 3 Kg? Ini Penjelasannya

Pemeirntah akan menerapkan sistem subsidi tertutup untuk gas 3 kg.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya
Pekerja mendistribusikan tabung gas tiga kilogram kepada pengecer di agen elpiji. foto ilustrasi(Republika/Prayogi).
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja mendistribusikan tabung gas tiga kilogram kepada pengecer di agen elpiji. foto ilustrasi(Republika/Prayogi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan, pihaknya hingga saat ini masih mematangkan data calon penerima subsisi gas elpiji 3 kilogram (kg) sebelum mekanisme penyaluran elpiji tertutup dieksekusi. Validitas data harus dipastikan agar kebijakan pemerintah dapat adil.

"Kita identifikasi siapa yang memang berhak menerima (subsidi). Kita nanti harus mencegah adanya kebocoran sehingga semua (data) harus terintegrasi," kata Arifin di Jakarta, Kamis (17/1).

Baca Juga

Ia mengatakan, pemerintah tidak ingin agar kebijakan penyaluran terutup gas 3 kg tidak menimbulkan kecemburuan sosial ataupun menjadi masalah baru di tengah masyarakat.

Mereka, kata Arifin, yang berhak membeli gas 3 kg dengan harga rendah seperti saat ini akan diberikan subsidi. Soal mekanisme penyaluran subsidinya, Arifin mengatakan belum diputuskan oleh pemerintah dan masih dibahas secara intensif.

Adapun mereka yang tidak mendapatkan subsidi, tetap dapat membeli gas 3 kg dengan harga normal atau non subsidi. Dengan kata lain, harganya akan lebih tinggi dari saat ini sekitar Rp 16 ribu per tabung.

"Yang tidak masuk data (dapat subsidi) berarti dia orang mampu. Makanya kita identifikasi lagi," kata dia.

Sebelumnya, Kementerian ESDM tahun ini akan menerapkan penyaluran subsidi gas 3 kg secara tertutup. Dengan begitu, nantinya masyarakat atau orang yang tergolong mampu tidak bisa membeli gas 3 kg.

"Mudah-mudahan tahun ini juga pertengahan tahun bisa diterapkan," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto.

Djoko mengakui penerapan subsidi secara tertutup menjadi salah satu tantangan pada 2020. Secara prinsip, kata dia, sektor terkait saat ini sudah setuju penerapan kebijakan tersebut.

Dalam penyalurannya, Djoko memastikan Pertamina akan menyiapkan sistem tertentu untuk menyalurkan subsidi gas 3 kg secara tertutup. Sitem tersebut dibuat agar hanya masyarakat yang berhak untuk mendapatkannya dengan harga subsidi.

"Pertamina pakai QR code apa itu nanti yang beli itu misal dia beli tiga tabung, subsisi Rp 100 ribu akan langsung transfer ke rekaning," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement