Rabu 18 Dec 2019 17:37 WIB

PBRX Siapkan Capex 15 Juta Dolar AS Pacu Otomatisasi

Implementasi 4.0 akan menambah kapasitas produksi

Rep: Vicky Rachman (swa.co.id)/ Red: Vicky Rachman (swa.co.id)
(Tengah) Anne Patricia Sutanto pada Paparan Publik di Gedung Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 17 Desember 2019. (Foto : Vicky Rachman/SWA).
(Tengah) Anne Patricia Sutanto pada Paparan Publik di Gedung Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 17 Desember 2019. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

PT Pan Brothers Tbk (PBRX) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) di tahun 2020 senilai 15 juta dolar AS untuk membiayai operasional perusahaan, salah satunya adalah mengimplementasikan otomatisasi pabrik seiring dengan upaya perseroan menerapkan industri 4.0. Nilai capex di tahun depan lebih tinggi dibandingkan capex tahun 2019 senilai 11-12 juta dolar AS.

“Implementasi 4.0 akan menambah kapasitas produksi,” ujar Anne Patricia Sutanto, Wakil Dirut Pan Brothers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Selasa (17/12/2019).

Anne menyebutkan capex di tahun ini digunakan pula untuk membiayai sistem otomatisasi operasional, terutama sistem digital di pabrik Pan Brothers. Perseroan melatih pegawainya untuk beradaptasi mengimplementasikan digitalisasi. Saat ini, menurut Anne, jumlah karyawannya sebanyak 38 ribu pegawai.

Upgrading fasilitas pabrik , membangun sistem otomatisasi pabrik dan meningkatkan ketrampilan pegawai. Seluruh pegawai kami mau beradaptasi dan melatih ketrampilannya, misalnya ada pegawai kami yang berusia 50 tahun mau mempelajari digitalisasi,” tutur Anne.

Kendati mengimplementasikan melakukan otomatisasi dan digitalisasi, Anne mengatakan manajamen Pan Brothers akan menambah pegawai lantaran produktivitas bisa digenjot melalui otomatisasi. Manajemen emiten yang sahamnya berkode PBRX ini bakal menambah jumlah pegawai menjadi 45 ribu hingga 50 ribu dari 38 ribu orang sejalan dengan implementasi industri 4.0 itu.

Produsen dan eksportir tekstil ini berencana mengimplementasikan otomatisasi produksi di seluruh pabriknya dengan menggenjot sumber daya manusianya dengan meningkatkan ketrampilan dan efisiensi cara kerja yang lebih modern dan digitalisasi di sistem produksi.

“Diharapkan implementasi industri 4.0 bisa meningkatkan kapasitas produksi sebesar 20% di masa mendatang,” ungkap Anne. Produksi PBRX pada 2021 ditargetkan bertambah menjadi 130 juta pieces per tahun dari 116 juta potong garmen di tahun 2019.

Beberapa strategi PBRX melaksanakan digitalisasi di tahun depan adalah rencana mengakuisi sofitware platform dan meningkatkan analisa data produksi secara digital yang menggunakan sistem RFID (Radio Frequency Identification) atau pengenal frekuensi radio sebagai metode identifikasi. Ini dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh.

Penggunaan RDIF ini akan menggeser penggunaan barcode. “Sehingga kami akan menggunakan satu platform otomatisasi di tahun 2021,” sebut Anne.

Pan Brothers optimistis penjualan di tahun 2019 tumbuh sebesar 10% dibandingkan pendapatan di tahun 2018 senilai US$ 611,37 juta. Harga saham PBRX pada penutupan perdagangan Selasa pekan ini di level Rp 550, turun 1,8% dari Rp 560 di perdagangan Senin kemarin.

www.swa.co.id

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement