Selasa 17 Dec 2019 15:00 WIB

Bogasari Raih Penghargaan Industri Hijau Kemenperin

Bogasari dianggap telah mampu berproduksi secara efektif dan efesien.

Rep: Mabruroh/ Red: Andi Nur Aminah
Donald Wisbar (kanan), Koordonator Sistem Manajemen Energi dan Sustainability Bogasari menerima  penghargaan Industri Hijau untuk Bogasari  dari Sekretaris Jenderal Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono (tengah)
Foto: Humas Bogasari
Donald Wisbar (kanan), Koordonator Sistem Manajemen Energi dan Sustainability Bogasari menerima penghargaan Industri Hijau untuk Bogasari dari Sekretaris Jenderal Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono (tengah)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia menganugerahkan penghargaan Industri Hijau 2019 kepada PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari. Penghargaan ini diberikan karena untuk pabrik yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Bogasari dianggap mampu berproduksi secara efektif dan efesien dalam menggunakan sumber daya alam dan sumber daya manusia.

 

Baca Juga

“Bagi Bogasari, penghargaan ini membuktikan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada profit semata, tapi juga mempunyai benefit bagi lingkungan, karyawan dan masyarakat sekitar. Selain itu, pengharagaan ini juga menjadi simbol bahwa Bogasari telah menerapkan industri yang mampu berporduksi secara efektif dan efesien dalam menggunakan sumber daya alam dan sumber daya manusi,” kata Wakil Kepala Divisi Bogasari, Erwin Sudharma dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (17/12).

Menurutnya, penghargaan tersebut laik diperoleh oleh Bogasari karena Bogasari menjamin tidak ada limbah buang dari hasil produksi yang dapat merusak lingkungan di dalam pabrik ataupun di lingkungan sekitar pabrik seperti area penduduk. Hal ini juga lanjut Erwin, yang menjadi kreteria penilaian dari Kemenperin, sehingga Bogasari berhasil mendapatkan penghargaan industri hijau 2019.

“Bogasari telah menjalankan sistem FIFO (First in First Out) dalam penangan material in put utama kita yatu gandum. Dengan demikian seluruh bahan baku yang kita gunakan 100 persen menjadi produk dan tidak ada waste production,” jelas Erwin.

Penghargaan diberikan oleh Sekretaris Jendral Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono. Sedangkan dari pihak Bogasari Tanjung Priok yang menerima penghargaan adalah Donald Wisbar selaku koordinator Sistem Management Energy dan Sustainability.

Dia menjelaskan, penghargaan ini sangat penting dan perlu untuk menjaga komitmen setiap korporasi dalam hal industry dengan konsep Go Green. Karena itu Bogasari berharap di tahun berikutnya tiga pabrik lainnya yakni Surabaya, Bekasi, dan Tangerang mampu meraih penghargaan dari Kemenperin ini,” harapnya.

Lebih jauh Erwin Sudharma memaparkan, Bogasari telah melaksanakan Reuse, Reduce, Recycle, dan Recovery dalam proses produksinya. Misalnya, debu dari proses transportasi bisa dijadikan produk yang bernilai jual yaitu berupa pellet.

Tidak hanya itu, sambungnya, Bogasari pun telah menjadi pabrik tepung terigu pertama dan satu-satunya saat ini di Indonesia yang sudah menggunakan kemasan biodegradable. Di mana dalam dua tahun kemasan terigu ukuran 25 kg tersebut sudah dapat terurai di tanah. Sedangkan untuk kemasan satu kilogram dan lima kilogram terigu, Bogasari sudah memulai program penurunan ketebalan kemasan plastik.

“Dalam hal penghematan energi dan air, Bogasari juga mempunyai fasilitas water recycle yaitu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik dan Rain Harvesting, serta telah menjalankan sistem management energy yang terstandarisasi ISO 50001,” terang Erwin.

Bogasari juga sudah melakukan pembibitan mangrove dan pengolahan kompos dari sampah organik sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Serta berbagai kegiatan CSR yang memberdayakan warga sekitar dan berbagai pelatihan juga terus dilakukan sebagai bentuk untuk menunjang program SDM unggul.

Erwin mengatakan, ke depan, Bogasari berusaha meningkatkan program yang masih mempunyai nilai rendah yaitu program renewble energi dan penurunan intesitas energi. Selain itu, pembuatan struktur organisasi industri hijau juga harus dirancang agar Bogasari nantinya tidak hanya mendapatkan penghargaan level 5, tetapi juga sertifikasi Industri Hijau dari lembaga sertifikasi industri hijau,” ucap Erwin.

Sekretaris Jendral Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, penghargaan ini memberikan manfaat yang cukup signifikan pada proses produksi. Misalnya saja, berdasarkan assasment tahun 2018, dapat dihitung total penghematan energi sebesar Rp 3,5 triliun dan penghematan air sebesar Rp 230 miliar. “Penghematan tersebut, membantu komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas buang sebesar 29 persen,” ujar Sigit.

Tahun 2019 ini, sebanyak 138 industri mendapatkan penghargaan Industri Hijau Tahun 2019 yang terbagi atas industri kecil, sedang, dan menengah. Dari 5 level penghargaan, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Divisi Bogasari menduduki level 4 bersama 52 perusahan lainnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement