Selasa 17 Dec 2019 07:32 WIB

Tol Balikpapan-Samarinda Ditargetkan Operasi Sebelum Lebaran

Dari total 99 kilometer, baru setengah Tol Balikpapan-Samarinda yang siap diresmikan.

Foto aerial proyek pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang melintasi wilayah Samboja di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019)
Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Foto aerial proyek pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang melintasi wilayah Samboja di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019)

REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan jalan tol Balikpapan-Samarinda selesai seluruhnya sebelum Lebaran 2020. Tol tersebut membentang  sepanjang 99,35 kilometer, 58,47 kilometer di antaranya sudah siap diresmikan.

"Total ada 99 kilometer, sepanjang 58,47 kilometer sudah siap diresmikan. Sebelum Lebaran 2020 semua sudah beroperasi penuh," ujar Menteri Basuki saat meninjau jalan tol Balikpapan-Samarinda di pintu tol Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin (16/12) malam.

Ia mengemukakan dari total lima seksi jalan, baru tiga seksi yang siap diresmikan pada Selasa, (17/12). Aspek geoteknis masih menjadi kendala pada dua seksi lain sehingga dibutuhkan teknik khusus dalam pembangunannya.

"Untuk pembebasan lahan tidak ada kendala. Namun ada hal teknis, beberapa bagian tanahnya lunak sehingga mudah longsor, penanganannya cukup teknis, seperti geotextile dan preloading," kata Basuki.

Pemerintah pusat dan daerah membantu dana sebesar Rp 2,8 triliun untuk pembangunan jalan tol Samarinda-Balikpapan, Kalimantan Timur. Sementara Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menganggarkan sebesar Rp 9,97 triliun.

"Semua pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda itu ada dana dari APBN, APBD, dan investasi BUJT," katanya.

Basuki menambahkan nantinya juga akan dibangun jalan tol yang menghubungkan ke ibu kota negara baru di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara. "Jalan tol Balikpapan-Samarinda bagian dari akses menuju ibu kota baru. Nanti akan dibangun juga jalan tol menuju kawasan ibu kota negara," ucapnya.

Ia mengatakan pembangunan jalan tol ke kawasan ibu kota negara itu rencananya melalui opsi penugasan kepada BUJT untuk mempercepat proses konstruksi. Jadwal pembangunannya akan diputuskan menunggu lelang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement