Kamis 14 Nov 2019 14:37 WIB

Pelindo Gandeng 2 Pelabuhan Global Kembangkan Kuala Tanjung

Pengembangan dilakukan untuk menjadikan Pelabuhan Kuala Tanjung berkelas dunia.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda
Pelabuhan Kuala Tanjung
Foto: Foto: Humas Ditjen Hubla
Pelabuhan Kuala Tanjung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I (Persero) akan mengoptimalkan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung. Untuk mendukung pengembangan tersebut, Pelindo I hari ini (14/11) resmi menggandeng dua pelabuhan global. 

“Pelindo I bekerja sama dengan Port of Rotterdam Authority yang merupakan pelabuhan terbesar di Eropa yang berpengalaman dalam mengembangkan dan mengelola pelabuhan kelas dunia" kata Dian di Gedung Kementerian Perhubungan, Kamis (14/11). 

Baca Juga

Selain itu juga bekerja sama dengan Zhejiang Provincial Seaport Investment & Operation Group Co, Ltd yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Cina. Perushaan Bumn Cina tersebut menurut Dian terbaik dalam mengelola kargo.

Kerja sama tersebut ditandai dengan menandatangani Head of Agreement (HoA) untuk optimalisasi pengembangan Pelabuhan Hub Internasional dan Kawasan Industri Kuala Tanjung. Penandatanganan dilaksanakan di Gedung Kementerian Perhubungan pada Kamis, (14/11). 

Dia menjelaskan kerja sama tersebut merupakan inisiasi untuk percepatan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung yang berada di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. "Pengembangan ini untuk menjadi pelabuhan kelas dunia yang terintegrasi dengan kawasan Industri,” tutur Dian. 

Dian menjelaskan penandatanganan HoA tersebut meliputi pengembangan dan manejemen pelabuhan internasional dan kawasan industri Kuala Tanjung. Pengembangan dilakukan untuk menjadi pelabuhan dan kawasan Industri kelas dunia termasuk untuk pengembangan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal. 

"Optimalisasi Kuala Tanjung Multipurpose Terminal dengan mengadakan pelayaran langsung dari Kuala Tanjung ke Ningbo dan sebaliknya melalui jaringan yang dimiliki Zhejiang Provincial Seaport Investment & Operation Group," jelas Dian. 

Dia menambahkan kerja sama tersebut juga meliputi joint workshop untuk menyusun rencana bisnis dan commercial terms yang layak. "Ini dilakukan dengan menyertakan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal sebagai bagian dari keseluruhan proyek," ujar Dian. 

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Agus H Purnomo berharap semakin banyak kargo yang akan masuk melalui Kuala Tanjung Multipurpose Terminal. Agus juga ingin  mempercepat pengembangan Kawasan Industri Kuala Tanjung.

Dengan begitu, Agus menuturkan keberadaan Pelabuhan Kuala Tanjung dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing logistik Indonesia. "Terutama dengan negara-negara lain di dunia. Kementerian Perhubungan tentu mendukung sepenuhnya," ungkap Agus.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement