Senin 11 Nov 2019 17:28 WIB

Harbolnas 11.11 Menggiurkan, YLKI: Awas Diskon Abal-Abal!

YLKI mengingatkan konsumen agar hati-hati terkakit diskon di Harbolnas 11.11

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Harbolnas 11.11 Menggiurkan, YLKI: Awas Diskon Abal-abal!. (FOTO: Lazada)
Harbolnas 11.11 Menggiurkan, YLKI: Awas Diskon Abal-abal!. (FOTO: Lazada)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -- Ramainya platform e-commerce yang menggelar diskon pada hari ini (11/11/2019) sedang menjadi perhatian publik. Hari ini tanggal 11 November memang telah diakui secara global menjadi hari belanja online termassal.

Tentu, adanya ajang belanja massal seperti ini, tak sedikit masyarakat yang tergiur dengan berbagai tawaran potongan harga yang ditawarkan masing-masing platform e-commerce.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan bahwa masyarakat harus lebih bijak dalam berbelanja secara daring mengingat tak sedikit potongan harga yang ditawarkan platform e-commerce.

Baca Juga: Waspada! Ramai Promo 11.11 Jadi Ajang Scammers Gencarkan Phising

"Konsumen tetap harus mengedepankan perilaku belanja yang kritis dan rasional. Belanjalah berdasar pada kebutuhan, bukan keinginan," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Warta Ekonomi, Senin (11/11/2019).

Menurut Tulus, pembeli harus lebih cermat dalam memilih produk yang sedang didiskon. Alasannya, menurut Tulus, tidak semua barang yang didiskon merupakan diskon yang sebenarnya.

"Jangan terjerat bujuk rayu diskon sebab banyak diskon hanyalah gimmick marketing alias diskon abal-abal. Cermatilah bentuk bentuk diskon yang diberikan, termasuk jenis barang yang diberikan diskonnya," ujarnya.

Cara pembayaran juga perlu diperhatikan oleh konsumen dalam berbelanja, khususnya pada periode diskon seperti ini. Contohnya, seperti metode pembayaran paylater, pembeli harus bijak dalam melakukan pembelian agar jangan sampai menumpuk utang.

Baca Juga: Produk Lokal Berhasil Sumbangkan Rp3,1 M di Ajang Harbolnas

"Konsumen juga jangan makin konsumtif berbelanja dengan iming-iming paylater, yang pada akhirnya akan terjerat utang," pungkasnya.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement