Ahad 10 Nov 2019 15:55 WIB

Hari Pahlawan, PTDI Kirim Pesawat NC212i ke Thailand

Pesawat NC212i melengkapi kontrak pengadaan 2 unit pesawat MOAC.

Pekerja menyelesaikan produksi NC212i untuk Ministry of Agriculture (MOAC) Thailand di Hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/1/2019).
Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Pekerja menyelesaikan produksi NC212i untuk Ministry of Agriculture (MOAC) Thailand di Hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/1/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI kembali mengirim satu unit Pesawat Terbang NC212i untuk Ministry of Agriculture and Cooperatives (MOAC) Thailand. Pengiriman ini bertepatan dengan Hari Pahlawan  2019.

PTDI mengirim langsung langsung (Ferry Flight) Pesawat NC212i dari Hanggar Delivery Center PTDI, Ahad (10/11), menuju Nakhon Sawan Air Base, Muang, Nakhon Sawan, Thailand. Pesawat ini direncanakan akan tiba pada Senin (11/11).

Baca Juga

Kepala Sub Direktorat Perencanaan Perusahaan dan Manajemen Program PTDI, Iwan Krisnanto meninjau persiapan dan melepas ferry flight pesawat terbang NC212i yang kemudian akan dioperasikan oleh Department of the Rain Making and Agricultural Aviation, Ministry of Agriculture and Cooperatives (MOAC), Thailand.

Capt Zulda Hendra sebagai Pilot In Command dan Capt Billy Yudha Firmansyah sebagai Copilot menerbangkan pesawat NC212i dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung menuju Bandara Hang Nadim, Batam. Selanjutnya, penerbangan dilanjutkan ke Nakhon Sawan Air Base, Muang, Nakhon Sawan, Thailand, sebagai destinasi terakhir.

Pesawat NC212i yang dikirimkan hari ini melengkapi kontrak pengadaan dua unit pesawat terbang NC212i antara PTDI dengan A.I.C.E. Enterprises (Thai) Co., Ltd. dengan end user Department of the Rain Making and Agricultural Aviation, Ministry of Agriculture and Cooperatives (MOAC) Thailand.

Pesawat terbang NC212i pertama telah dilakukan ferry flight pada 22 Oktober. Pada hari ini dilakukan kembali ferry flight pesawat terbang NC212i kedua yang penyerahannya dilakukan lebih cepat sebulan jadi jadwal sesuai kontrak yaitu Desember 2019.

Total, sudah dua unit pesawat NC212i telah dikirimkan kepada Ministry of Agriculture and Cooperatives (MOAC) Thailand. Pesawat NC212i tersebut akan melakukan Final Acceptance oleh Department of the Rain Making and Agricultural Aviation, Ministry of Agriculture and Cooperatives (MOAC) Thailand, pada tanggal 12 November 2019.

Pesawat terbang NC212i ini dapat digunakan sebagai passenger transport, VIP, cargo, rain making, troop/paratroop transport dan medical evacuation yang dapat dipasang bergantian sesuai dengan kebutuhan operasional Ministry of Agriculture and Cooperative (MOAC) Thailand.

Pesawat NC212i tersebut telah sepenuhnya dikerjakan oleh PTDI. PTDI adalah satu-satunya industri pesawat terbang di dunia yang saat ini memproduksi pesawat NC212i.

PTDI sampai saat ini telah berhasil melakukan pengiriman pesawat dan helikopter, baik dalam dan luar negeri, sebanyak 445 unit.

PTDI telah berhasil memproduksi pesawat NC212 sebanyak 115 unit untuk dalam negeri maupun luar negeri. Total, ada 586 unit populasi pesawat NC212 series di dunia.

Adapun operator dalam negeri yang menggunakan pesawat NC212 series adalah TNI AU, TNI AD, TNI AL, Kepolisian, BPPT, dimana pesawat NC212 series tersebut digunakan untuk pesawat angkut sipil, militer dan Maritime Surveillance Aircraft (MSA).

Sedangkan operator luar negerinya adalah negara Thailand untuk pesawat angkut militer dan modifikasi cuaca (rain making). Selain itu Filipina dan Vietnam untuk pesawat angkut militer.

Prospek industri pesawat terbang saat ini memiliki pangsa pasar yang cukup besar, terutama di pesawat komersial. Adapun kebutuhan pesawat NC212i dunia untuk 10 tahun ke depan yakni sebanyak 255 unit.

PTDI akan meningkatkan kapasitas produksi pesawat NC212i yang semula empat pesawat per tahun, menjadi enam pesawat per tahun. Pesawat NC212i merupakan pesawat multiguna generasi terbaru dari NC212 dengan kapasitas 28 penumpang. Pesawat ini memiliki ramp door, kabin yang luas dikelasnya, sistem navigasi dan komunikasi yang lebih modern, biaya operasi yang lebih rendah namun tetap kompetitif di pasar pesawat kecil.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement