Selasa 20 Feb 2024 22:47 WIB

Menhub Apresiasi Pengembangan Pesawat N219 dan Vela Alpha oleh PT DI

Terlebih lagi, pesawat tersebut konten lokalnya sudah hampir 45 persen.

Pesawat N219 di hangar PT Dirgantara Indonesia, Kota Bandung, Jawa Barat.
Foto: Dok PT DI
Pesawat N219 di hangar PT Dirgantara Indonesia, Kota Bandung, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengapresiasi dua produk yang sedang dikembangkan oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI), yakni pesawat N219 dan Vela Alpha.

Bydi mengunjungi stan pameran PT DI di Singapore Airshow 2024, Changi, Singapura, Selasa (20/2/2024).

Baca Juga

"Saya mengapresiasi PT DI yang telah melanjutkan pengembangan pesawat N219 versi dasar menjadi versi amphibious pada awal tahun ini. Terlebih lagi, pesawat tersebut konten lokalnya sudah hampir 45 persen," kata Budi melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (20/2/2024).

Budi mengatakan, pesawat N219 pada prinsipnya dapat mendukung pembangunan konektivitas dan aksesibilitas di daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP). Pesawat itu mempunyai kemampuan short take off landing di landasan yang panjangnya kurang dari 800 meter dan tidak beraspal.

"Adapun terkait pemanfaatannya, pesawat jenis tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mengangkut penumpang, logistik, evakuasi medis hingga dokter terbang," ungkap dia.

Ia mengharapkan agar produksi pesawat tipe tersebut terus ditingkatkan sehingga memberikan dampak pertumbuhan terhadap ekosistem industri dalam negeri, termasuk industri daerah. Salah satunya dalam hal pengoperasian maupun kegiatan pemeliharaan pesawat.

Selain itu, Budi juga menyambut baik pengembangan mobil terbang perkotaan Vela Alpha oleh PT DI yang bekerja sama dengan Vela. Apalagi, PT DI saat ini sedang mengajukan uji laik terbang kepada Direktorat Kelaikudaraan & Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kemenhub untuk armada tersebut.

"Semoga proses pengajuan uji laik terbang untuk Vela Alpha dapat berjalan dengan lancar," ujar dia.

Vela Alpha sendiri berbentuk mirip drone besar dengan satu pilot dan empat penumpang. Mobil terbang tersebut cocok jadi taksi udara yang beroperasi di kota besar.

Di sela-sela acara Singapore Airshow 2024, Budi juga sempat bertemu dan berbincang dengan Presiden Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) Salvatore Sciacchitano. Ia mengharapkan kolaborasi dan sinergi antara Indonesia dan ICAO dapat terus ditingkatkan.

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement