Selasa 05 Nov 2019 06:23 WIB

Rasio Elektrifikasi Wilayah Ini di Bawah Rata-Rata Nasional

Rasio elektrifikasi nasional per September sudah mencapai 98,3 persen.

PT. PLN (Persero) melakukan pemulihan infrastruktur kelistrikan di Sentani, Papua. Senin (25/3).
Foto: dok. PLN
PT. PLN (Persero) melakukan pemulihan infrastruktur kelistrikan di Sentani, Papua. Senin (25/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, rasio elektrifikasi nasional hingga September 2019 telah mencapai 98,86 persen. Rasio ini naik sekitar 0,56 persen dari bulan Desember tahun 2018 yang lalu 98,3 persen.

"Hingga September 2019, rasio elektrifikasi nasional mencapai angka 98,86 persen. Keadilan atau pemerataan diwujudnyatakan dalam rasio elektrifikasi ini," ungkap Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam informasi tertulis Kementerian ESDM di Jakarta, Senin (4/11).

Selama empat tahun terakhir ini, capaian rasio elektrifikasi nasional rata-rata 3 persen per tahun dari rata-rata sebelumnya hanya mencapai 1 persen saja. Direktur Program dan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jisman P Hutajulu mengatakan, saat ini yang perlu diperhatikan saat ini adalah masih adanya dua wilayah Indonesia yang capaian rasio elektrifikasinya masih di bawah rata-rata nasional.

"Keduanya yakni, Provinsi Nusa Tenggara Timur (74 persen) dan Papua (94 persen)," ujar Jisman.

Pemerintah akan terus memacu peningkatakan rasio elektrifikasi kedua wilayah yang masih tertinggal dari wilayah-wilayah Indonesia lainnya yang rata-rata sudah mencapai 99 persen. Untuk mencapai target rasio elektrifikasi di akhir tahun 2019, masih terdapat sekitar 1.103.859 rumah tangga yang belum menikmati listrik dan harus dilistriki. Dari sekitar 1,1 juta rumah tangga tersebut, berdasarkan Basis Data Terpadu Badan Pusat Statistik (BPS) dan hasil verifikasi PT PLN (Persero), 710.008 rumah tangga di antaranya merupakan masyarakat tidak mampu. Jaringan listrik sudah ada di depan rumah mereka, tetapi tidak dapat membayar sambungan pasang baru karena ketidakmampuan ekonomi.

Untuk melistriki 710.008 rumah tangga tidak mampu tersebut, Kementerian ESDM mencanangkan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 450 VA untuk masyarakat tidak mampu dari program sinergi BUMN, CSR PT PLN (Persero), APBD yang dianggarkan Pemerintah Daerah, program one man one hope PT PLN (Persero) dan program KESDM Peduli. Program BPBL mulai memperlihatkan hasil dimana masyarakat tidak mampu tersebut kini telah mendapatkan sambungan listrik dan rasio elektrifikasi nasional perlahan-lahan meningkat dan diperkirakan rasio elektrifikasi sampai akhir tahun 2019 di sekitar 99 persen.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement