Selasa 08 Oct 2019 08:32 WIB

Orang Terkaya Dunia Diminta Investasi di Hutan Amazon

Orang paling kaya di dunia, Jeff Bezos, diminta membeli hutan Amazon

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Kabut asap dampak kebakaran di hutan Amazon yang meliputi kota Porto Velho, Rondonia, Brasil.
Foto: EPA-EFE/Roni Carvalho
Kabut asap dampak kebakaran di hutan Amazon yang meliputi kota Porto Velho, Rondonia, Brasil.

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -- Kebakaran hutan hujan terbesar di dunia, Amazon masih menjadi peristiwa yang disayangkan banyak pihak, terutama para aktivis lingkungan. Pasalnya, dampak buruk dari kebakaran tersebut jelas mengancam keberlangsungan hidup seluruh makhluk.

Untuk itu, para aktivis mendesak orang paling kaya di dunia, Jeff Bezos untuk membeli hutan Amazon dengan kekayaannya. Mereka menyarankan agar pemilik perusahaan e-commerce yang mempunyai nama serupa dengan hutan hujan ini membelinya dan membiarkan hutan Amazon apa adanya.

Baca Juga: Di Tengah Gonjang-Ganjing Perusahaan, Bos Amazon Malah Asyik Bermesraan

Ungkapan itu disampaikan para aktivis melalui sebuah video yang bertajuk "peluang investasi emas bagi Jeff Bezos". Proyek video ini dikerjakan oleh Extinction Rebellion, grup kreatif yang fokus mengajak masyarakat dan pemerintah untuk memikirkan perubahan iklim.

Baca Juga: Presiden Brasil: Media Berbohong Soal Kebakaran Hutan Amazon!

Mereka juga mengatakan, Bezos mendapatkan inspirasi untuk membuat raksasa e-commerce dengan nama Amazon karena terinspirasi dari keindahan sungai dan hutan Amazon yang rindang dan hijau. Oleh karena itu, mereka merasa Bezos harus balas budi dan membantu hutan hujan Amazon.

"Amazon lain yang kami tahu adalah perusahaan besar dan terkenal yang berdiri di Seattle. Jadi, kami menyurati Jeff untuk mengingatkannya pada hutan Amazon yang nyata," ujar salah satu perwakilan Extinction Rebellion.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement