Rabu 21 Aug 2019 16:31 WIB

Sido Muncul Sudah Sertifikasi Halal Semua Produk

Proses sertifikasi halal sudah dilakukan tahun lalu, memakan waktu delapan bulan.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolanda
Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat dalam sesi wawancara usai melakukan uji coba pabrik Cairan Obat Dalam (COD) II di Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (23/4).
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat dalam sesi wawancara usai melakukan uji coba pabrik Cairan Obat Dalam (COD) II di Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (23/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menyambut baik Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 31 Tahun 2019 Tentang Pelaksanaan atas UU Nomor 33 Tahun 2014. Sertifikasi halal dinilai penting untuk memastikan keanaman produk jamu maupun farmasi.

"Produk halal itu satu hal yang positif. Kami memandang bahwa kemungkinannya kalau tidak seperti itu produsen bisa salah," kata Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat dalam konferensi pers Public Expose 2019, Rabu (21/8).

Baca Juga

Irwan pun memastikan semua produk jamu dan farmasi Sido Muncul sudah mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Proses sertifikasi sudah dilakukan pada tahun lalu dengan memakan waktu selama delapan bulan. 

Tidak hanya sertifikasi halal, menurut Irwan, Sido Muncul juga melakukan tes terhadap semua batch mulai dari logam berat, pestisida, dan aflatoksin. Termasuk melakukan tes DNA dengan alat khusus. Dengan demikian, kemungkinan untuk sampai tercemar pun tidak ada. 

Irwan mengungkapkan, tahun ini perseroan berencana akan melakukan pengembangan produk. Untuk pengembangan tersebut, perseroan membeli sejumlah mesin pendukung dengan menelan investasi hingga Rp 14 miliar.

"Kami akan masuk food suplement dan mulai produksi November," ujar Irwan.

Perseroan mengalami pertumbuhan laba bersih sebesar 28 persen. Menjadi Rp 374 miliar dari Rp 292 miliar dibanding tahun lalu. Kenaikan tersebut ditopang oleh volume dan harga penjualan yang naik di kuartal II.

Belanja modal perusahaan selama semester I 2019 sebesar Rp 77 miliar dengan total anggaran Rp 150 miliar di 2019. Menurut Irwan, sisa capex sebesar Rp 73 miliar akan digunakan untuk menyelesaikan sejumlah proyek yang belum selesai di 2018. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement