Senin 12 Aug 2019 08:12 WIB

Pesaing Gojek dan Grab Bakal Masuk Indonesia

Ada beberapa penyedia layanan transportasi online asing yang akan masuk Indonesia

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nidia Zuraya
Transportasi Daring (Online)
Foto: Republika TV/Muhammad Rizki Triyana
Transportasi Daring (Online)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masuknya beberapa aplikator transportasi online ke Indonesia dikabarkan telah beroperasi. Menanggapi hal ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) buka suara.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan belum mengetahui informasi detail mengenai hal tersebut. Kendati demikian pihaknua mengaku bakal terbuka kepada aplikator baru yang menjajal peruntungan di sektor transportasi di Indonesia.

Baca Juga

"Sebagaimana halnya industri lain, kita ini terbuka. (Kita) membuka semua kesempatan kepada semua pihak," kata Budi akhir pekan kemarin.

Dia menekankan kepada pemain baru di bidang aplikasi transportasi untuk taat pada azas keselamatan dan mengikuti ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Sebelumnya diketahui, Direktur Angkutan Jalan dan Multimoda Kemenhub Ahmad Yani menjelaskan, ada beberapa penyedia layanan transportasi online dari luar negeri yang masuk Indonesia, yakni Maxim dari Rusia dan Bitcar dari Malaysia.

Dia mengungkapkan, selain kedua layanan tersebut ada beberapa aplikasi lain yang sudah mengajukan diri dan saat ini masih di bawah kewenangan Kementerian Kominfo. Menurutnya, aplikasi asal negara manapun bisa masuk ke Indonesia asalkan memenuhi aturan yang dibuat oleh pemerintah.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement