REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menargetkan nilai transaksi kumulatif sebesar Rp8 triliun. Target tersebut disampaikan Project Manager IIMS 2026 Rudi MF, seiring optimisme penyelenggara terhadap meningkatnya skala dan ragam produk pameran tahun ini.
Rudi mengatakan, keyakinan tersebut didorong oleh bertambahnya jumlah merek dan produk yang akan ditampilkan dalam ajang otomotif tahunan tersebut. Semakin banyaknya pilihan kendaraan dan produk pendukung dinilai dapat mendorong minat beli pengunjung selama pameran berlangsung.
Ia menilai perluasan partisipasi merek dan industri pendukung memberi dampak langsung terhadap potensi transaksi, sekaligus memperkaya alternatif bagi konsumen dalam menentukan pilihan kendaraan maupun produk otomotif lainnya.
"Target minimal di 8 triliun. Jadi total transaksi yang tercipta, mobil dan motor, dan juga termasuk industri pendukung," kata Rudi saat konferensi pers IIMS 2026 di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Meski demikian, Rudi mengakui kondisi pasar otomotif nasional sepanjang 2025 mengalami kontraksi dibandingkan tahun sebelumnya. Situasi tersebut menjadi pertimbangan Dyandra Promosindo selaku penyelenggara dalam menetapkan target yang realistis.
Dengan mempertimbangkan dinamika pasar, penyelenggara berharap capaian transaksi IIMS 2026 setidaknya dapat menyamai realisasi pada penyelenggaraan tahun lalu. Pendekatan ini dinilai lebih rasional di tengah tantangan industri otomotif saat ini.
Rudi menegaskan, peran IIMS tidak semata diukur dari nilai transaksi yang tercatat, melainkan juga dari fungsinya sebagai penggerak industri otomotif secara lebih luas. Sebagai pameran yang digelar pada awal tahun, IIMS diharapkan mampu memberikan dorongan positif bagi kinerja industri ke depan.