Kamis 01 Aug 2019 22:14 WIB

PT Freeport Dukung Penanggulangan Anak Stunting di Papua

Freeport menggelar Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan untuk anak kurang gizi.

Upaya mencegah stunting (ilustrasi)
Foto: Kemenkominfo
Upaya mencegah stunting (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Freeport Indonesia mendukung program penanggulangan anak stunting atau mengalami kekerdilan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Papua. Salah satu caranya dengan pemberian makanan bergizi bagi anak-anak.

Manager Departemen Kesehatan Masyarakat PT Freeport Indonesia Govert Waramori mengatakan sebagai bentuk dukungan atas program pemerintah tersebut, perusahaan menggelar program Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan (PMT-P) untuk bayi dan balita yang teridentifikasi kurang gizi.

Baca Juga

Program tersebut memberikan layanan kesehatan bagi bayi dan balita yang menyeluruh, meliputi pemberian makanan tambahan tinggi gizi dan nutrisi, monitoring atas pertumbuhan anak secara berkala, pendidikan gizi untuk ibu hamil, hingga follow up kesehatan bayi dan balita ke rumah-rumah.

"Seluruh kegiatan ini dilakukan oleh bidan, kader posyandu dan tenaga promosi kesehatan yang ada di bawah Departemen Kesehatan Masyarakat PT Freeport Indonesia," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (1/8).

Melalui program tersebut pihaknya memberikan asupan gizi dengan memberikan makanan tambahan, seperti susu formula, biskuit, bubur bayi, serta makanan olahan seperti bubur kacang hijau, telur rebus dan makanan lokal lainnya kepada para bayi dan balita di tiga lokasi klinik, yaitu di SP (satuan pemukiman) XII, SP IX dan di Pomako.

"Bilamana kami menemukan anak yang pertumbuhannya tidak sesuai dengan panduan di KMS (Kartu Menuju Sehat), kami akan langsung anjurkan mereka ke program ini,” ujar Govert.

Ia menambahkan, pihaknya telah sejak lama melakukan program pendampingan di posyandu, yang meliputi kegiatan promosi dan edukasi kesehatan. Dari kegiatan pendampingan tersebut, ditemukan bahwa salah satu masalah yang kerap terjadi adalah kurang gizi, lanjutnya, oleh karena itu perusahaan kemudian membentuk program Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan (PMT-P) yang menyasar para bayi dan balita.

Maria Matulessy, bidan sekaligus koordinator program PMT-P menjelaskan upaya intervensi ini juga menyasar para ibu-baik yang akan maupun sudah memiliki anak, dengan mengadakan diskusi kelompok setiap bulan mengambil tema terkait kesehatan ibu dan anak. Salah satu orang tua dari peserta program PMT-P, Lince Waker menyatakan merasa terbantu dengan adanya program ini.

“Saya senang bisa ikut program ini karena anak saya berat badannya semakin naik. Saya juga merasa terbantu karena saya jadi tidak perlu mengeluarkan (dana) untuk membeli makanan bergizi atau susu untuk anak saya. Harapan saya, program ini terus berlanjut, supaya kesehatan anak-anak bisa terus terjaga,” ujar ibu satu orang anak berumur satu tahun itu.

Progam yang telah berjalan selama empat tahun dan telah diikuti oleh hampir 70 bayi dan balita ini dinilai telah menunjukkan hasil positif dengan indikasi berat badan bayi meningkat rata-rata dua kilogram sejak mengikuti program. Untuk para bayi di bawah satu tahun, berat badan mereka juga berhasil mencapai target yang dianjurkan, yakni berat badan 10 kilogram saat menginjak usia 1 tahun.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement