Senin 24 Jun 2019 11:26 WIB

Bio Farma Tertarik Jadikan Kampus Mitra Strategis Inovasi

Perguran tinggi diharapkan mampu menghasilkan karya mandiri dan inovatif.

Penandatanganan Letter of Intense (LoI) antara Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (MSA PTNBH) dengan Bio Farma, dilaksanakan pada hari Sabtu 22 Juni 2019, di Makassar. LoI ini, ditandatangani oleh Direktur Utama Bio Farma (ketiga dari kiri), M.Rahman Roestan, dengan Ketua MSA PTNBH (keempat dari Kanan) Prof. Ir. Priyo. Suprobo, MS., Ph.D.
Foto: Bio Farma
Penandatanganan Letter of Intense (LoI) antara Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (MSA PTNBH) dengan Bio Farma, dilaksanakan pada hari Sabtu 22 Juni 2019, di Makassar. LoI ini, ditandatangani oleh Direktur Utama Bio Farma (ketiga dari kiri), M.Rahman Roestan, dengan Ketua MSA PTNBH (keempat dari Kanan) Prof. Ir. Priyo. Suprobo, MS., Ph.D.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai komitmen Bio Farma dalam hilirisasi inovasi riset terapan, Bio Farma mulai menunjukan ketertarikannya, pada hasil peneltian yang dihasilkan oleh perguruan tinggi negeri di Indonesia. Ketertarikan ini, akan disahkan melalui proses kerja sama yang diawali dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) yang merupakan langkah awal dari kemitraan aktif antara Majelis Senat Akademik (MSA) PTNBH yang merupakan himpunan dari 11 Senat Akademik perguruan tinggi (UI, ITB, IPB, UPI, UNDIP, UGM, UNAIR, UNPAD, USU, UNHAS, dan ITS), dengan Bio Farma sebagai Industri farmasi.

Penandatanganan LoI ini, dilatar belakangi dari tuntutan pemerintah yang menginginkan, PTNBH untuk dapat terus meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa, untuk menuju kemandirian ekonomi, sehingga menuntut PTNBH untuk menghasilkan karya yang mandiri dan inovatif yang dapat bermanfaat dan memiliki daya ungkit sains yang tinggi.

Kesepakatan akan ditandatangani oleh Direktur Utama Bio Farma, M Rahman Roestan, dengan Ketua Majelis Senat Akademik (MSA) PTNBH, Prof. Ir. Priyo. Suprobo, MS., Ph.D dalam acara Rapat Paripurna MSA PTNBH pada tanggal 22 Juni 2019, dalam acara rapat paripurna yang yang akan diselenggarakan di Universitas Hasanuddin Makassar.

Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan menggatakan, untuk bidang kesehatan dan bioteknologi, PTNBH akan menyepakati dalam kerangka LoI bersama Bio Farma, untuk hilirisasi bidang penelitian produk lifescience, yang kedepannya dapat bisa menjadi produk unggulan Indonesia yang dihasilkan oleh Bio Farma.

“Kami menyambut baik langkah awal kesepakatan antara PTNBH dengan Bio Farma, karena produk bioteknologi merupakan salah satu produk yang memiliki tingkat kerumitan kompleksitas yang tinggi dan memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk menjadi produk akhir. Sehingga dengan adanya komitmen kesepakatan ini, hasil peneltian dari pihak PTNBH akan dihilirisasi ke industri, yang pada akhirnya akan tercipta inovasi suatu produk unggulan yang sesuai kebutuhan masyarakat," ujar Rahman seperti dalam siaran persnya.

photo
Penandatanganan Letter of Intense (LoI) antara Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (MSA PTNBH) dengan Bio Farma, dilaksanakan pada hari Sabtu 22 Juni 2019, di Makassar. LoI ini, ditandatangani oleh Direktur Utama Bio Farma (ketiga dari kiri), M.Rahman Roestan, dengan Ketua MSA PTNBH (keempat dari Kanan) Prof. Ir. Priyo. Suprobo, MS., Ph.D.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari menambahkan untuk produk masa depan Bio Farma yang sudah masuk ke dalam pipeline Bio Farma, akan dihasilkan dari kerja sama yang solid kokoh antara Bio Farma sebagai industri, dengan PTNBH sebagai pihak yang menginisiasi riset dasar atau basic research dari suatu produk bioteknologi, sehingga penelitian yang dikerjakan oleh PTNBH dapatkan menyesuaikan dengan kebutuhan dan standar industri farmasi terutama dari sisi quality, safety dan efficacy.

"Kami berharap, komitmen bersama dalam hilirisasi hasil riset dan inovasi perguruan tinggi ini akan berjalan lancar, dapat menunjang sehingga kemandirian dalam bidang bioteknologi dapat segera terwujud. Dan tentu saja hilirisasi ini, bukan hanya pada produk akhir saja, melainkan dapat juga menghasilkan inovasi bisa bergerak nasional dalam kemandirian bidang penggunaan bahan baku aktif farmasi, yang sampai dengan saat ini hampir 90 persen masih datang berasal dari luar negeri," ujar Adriansjah.

Sementara itu menurut Prof. Ir. Priyo. Suprobo, MS., Ph.D mengatakan, pemerintah telah mendorong kemitraan antara perguruan tinggi dan industri nasional yang saling menguntungkan, untuk dapat menghasilkan produk yang bermanfaat bagi negara dan masyarakat secara luas. Bio Farma merupakan representasi dari semua industri di Indonesia karena kami menilai Bio Farma memiliki keunggulan sebagai industri yang telah menjadi role-model untuk pembangunan dan perbaikan berkelanjutan dalam bidang kesehatan dan kemasyarakatan di Indonesia.

“Tentu saja, kami berharap bahwa suatu saat nanti akan ada hasil dari riset dan inovasi yang dilakukan di PTNBH, yang awalnya hanya skala laboratorium, dapat ditingkatkan menjadi skala industri yang siap untuk dimanfaatkan oleh masyarakat luas, sehingga dapat di sini menghasilkan tercipta suatu hilirisasi inovasi produk hasil riset yang sesuai kebutuhan masyarakat dan industri harapan dari pihak industri," ungkap Prof. Ir. Priyo. Suprobo, MS., Ph.D.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement