Selasa 07 May 2019 05:50 WIB

Bisnis IoT di Indonesia Ditaksir Capai 444 Triliun

Implementasi industri 4.0 akan mendorong peningkatan investasi perusahaan.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Dwi Murdaningsih
Internet of Things
Internet of Things

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menguatkan pengembangan Internet of Things (IoT) guna memperkuat struktur teknologi digital. Apalagi, Indonesia bakal bertransformasi menjadi ekosistem bisnis IoT bernilai sebesar Rp 444 Triliun pada tahun 2022.

“Peluang Indonesia menjadi ekosistem IoT sangat besar. Potensi ini juga bisa dilihat dari jumlah pengguna internet di Tanah Air yang lebih dari 140 juta orang. Intinya, transformasi industri 4.0 adalah kunci sukses pembangunan Indonesia pada masa mendatang,’’ kata Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin, R. Janu Suryanto di Jakarta dalam keterangan resmi pada Senin (6/5).

Janu menyampaikan, implementasi industri 4.0 akan mendorong peningkatan investasi oleh perusahaan. Khususnya terkait penggunaan teknologi terkini seperti IoT. Ia meyakini langkah tersebut mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing di sektor manufaktur serta dapat menciptakan ekosistem inovasi.

“Oleh karena itu, Indonesia jangan hanya jadi pasar dari ekonomi digital, tetapi juga memanfaatkan pengembangan ekonomi digital tersebut sehingga industrinya semakin tumbuh dan berdaya saing,” ujarnya.

Adapun lima teknologi utama yang menopang pembangunan sistem industri 4.0, yaitu IoT, artificial intelligence (AI), human–machine interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D printing.

Janu menambahkan, penerapan industri 4.0 merupakan upaya melakukan otomatisasi dan digitalisasi pada proses produksi. Dengan ditandai meningkatnya konektivitas, interaksi, serta batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen melalui teknologi informasi dan komunikasi.

“Digitalisasi di sektor industri akan membawa perubahan terhadap sistem manufaktur, dengan dipengaruhi oleh gelombang teknologi baru,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement