Rabu 20 Mar 2019 18:38 WIB

Swasta Kejar Proyek KPBU Perhubungan

Infrastruktur kereta api di Sumatera menjadi sektor yang diupayakan swasta.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Friska Yolanda
Foto aerial pembangunan depo kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) di Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan. 13 Maret 2018. Depo merupakan bagian dari pembangunan LRT sepanjang 23,4 km, di mana saat ini progres pembangunan LRT tersebut telah mencapai 86,7 persen dan akan dilakukan uji coba pada April 2018.
Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Foto aerial pembangunan depo kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) di Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan. 13 Maret 2018. Depo merupakan bagian dari pembangunan LRT sepanjang 23,4 km, di mana saat ini progres pembangunan LRT tersebut telah mencapai 86,7 persen dan akan dilakukan uji coba pada April 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Erwin Aksa mengaku, pelaku usaha swasta tengah mengejar pengerjaan proyek infrastruktur perhubungan seperti pelabuhan, bandara, kereta api, dan fasilitas pendukung transportasi atau transit oriented development (TOD).

“Ada beberapa sektor yang dikejar untuk mengembangkan proyek KPBu (kerja sama pemerintah dengan badan usaha) seperti perhubungan,” kata Erwin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/3).

Sejauh ini, dia menjelaskan, keterlibatan swasta terhadap proyek KPBU sudah berlangsung seperti dalam bidang kelistrikan dan jalan tol. Kendati demikian, proyek infrastruktur KPBU perhubungan menjadi salah satu yang akan dikejar kalangan swasta karena memiliki nilai komersil yang diperhitungkan.

Dia mencontohkan, peluang infrastruktur kereta api di Sumatera  menjadi salah satu sektor yang sedang diupayakan swasta. Sebab, kata dia, mobilitas barang pertambangan seperti batubara menjadi salah satu komoditas yang kerap terkendala akses infrastruktur.

Selain itu, dia melihat beberapa proyek KPBU infrastruktur perhubungan yang cukup berpotensi cukup banyak. “Saya kira ada banyak sekali, ada pelabuhan dan bandara. Kalau pelabuhan itu kepada Pelindo, bandara ada di Angkasa Pura. Nah, ini kita harapkan ditawarkanlah kepada swasta,” katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement