Senin 02 Feb 2026 21:39 WIB

UMKM Perempuan Jajaki Pasar Inggris Lewat Spring Fair 2026

Spring Fair menghadirkan lebih dari 38 ribu calon pembeli.

UMKM perempuan Indonesia menjajaki pasar Inggris melalui keikutsertaan di Spring Fair 2026.
Foto: Istimewa
UMKM perempuan Indonesia menjajaki pasar Inggris melalui keikutsertaan di Spring Fair 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — UMKM perempuan Indonesia menjajaki pasar Inggris melalui partisipasi pada Spring Fair 2026 di Birmingham, Inggris, yang berlangsung pada 1–4 Februari 2026. Pameran ini dimanfaatkan sebagai pintu masuk perluasan ekspor produk fesyen, tekstil, hingga home decor ke pasar Eropa.

Spring Fair merupakan pameran business-to-business (B2B) multi-produk terbesar di Inggris yang mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli ritel, grosir, distributor, dan mitra bisnis internasional. Ajang ini menampilkan berbagai kategori produk, mulai dari home decor, tekstil, fesyen, hingga lifestyle.

Baca Juga

Pada Spring Fair 2026, Indonesia Pavilion menghadirkan sembilan merek, yakni Sakombu, Long Story Short, Salam Rancage, Terima Kasih Kembali, Dcraft, Millsportid, Pan Brothers, Arifahstudio, dan Homewaregroup. Produk yang dibawa mencakup fesyen, aksesori, garmen, tekstil, serta home décor, dengan target pasar Inggris dan Eropa.

Keikutsertaan Indonesia merupakan hasil kolaborasi Kementerian Perdagangan, KBRI London, International Trade Centre (ITC) melalui program SheTrades, serta mitra nasional Bank Indonesia, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Pertamina Foundation.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan, Spring Fair menjadi sarana untuk meningkatkan kesiapan UMKM perempuan menghadapi pasar global.

“UMKM perempuan memiliki peran yang sangat signifikan dalam struktur ekonomi nasional. Melalui partisipasi pada Spring Fair 2026, UMKM perempuan Indonesia didorong untuk meningkatkan kapasitas usaha, memahami standar pasar global, serta membangun kemitraan dagang yang berkelanjutan, khususnya di pasar Inggris dan Eropa,” kata Puntodewi dalam siaran pers, Senin (2/2/2026).

Sekitar 70 persen UMKM di Indonesia digerakkan oleh perempuan. Kondisi ini menempatkan UMKM perempuan sebagai salah satu penopang utama ekonomi inklusif sekaligus membuka peluang perluasan partisipasi dalam rantai nilai global.

Duta Besar RI untuk Inggris, Irlandia, dan International Maritime Organization Desra Percaya menilai kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam Indonesia Pavilion mencerminkan komitmen mendorong perdagangan yang lebih inklusif.

“Sinergi antara pemerintah, lembaga internasional, dan mitra strategis merupakan elemen penting untuk memastikan UMKM perempuan Indonesia memiliki akses untuk tumbuh dan bersaing secara global,” ujar Desra.

Ia menambahkan, Spring Fair menghadirkan lebih dari 38 ribu calon pembeli setiap tahun, termasuk dari jaringan ritel seperti Marks & Spencer, Next, John Lewis, dan Amazon UK.

“Hal ini diharapkan dapat menjadi entry point potensial bagi UMKM Indonesia untuk memasuki pasar Inggris,” lanjutnya.

Atase Perdagangan Indonesia di London Ayu Siti Maryam mengatakan, pameran ini membuka peluang konkret bagi UMKM perempuan untuk memperluas jejaring sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar Inggris.

“Melalui Spring Fair 2026, UMKM perempuan Indonesia tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga membangun citra produk Indonesia sebagai produk berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing di pasar internasional,” ujar Ayu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement