Selasa 09 Oct 2018 13:04 WIB

Kolaborasi Teknologi, Microsoft Gandeng Grab

Grab bekerja dengan Microsoft untuk mengeksplorasi pengenalan wajah mobile.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda
Kantor pusat Microsoft di Finlandia.
Foto: EPA/Markku Ojala
Kantor pusat Microsoft di Finlandia.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Microsoft Corp akhirnya membenamkan investasi pada unicorn teknologi, Grab. Kerja sama ini memungkinkan keduanya untuk berkolaborasi dalam proyek teknologi, termasuk data besar dan kecerdasan buatan.

Baik Microsoft maupun Grab tidak mengungkapkan nilai transaksi. Grab sebelumnya mengatakan berencana untuk mengumpulkan sekitar tiga miliar dolar AS pada akhir tahun. Saat ini Grab telah mengumpulkan 2 miliar dolar AS.

Pekan lalu, Reuters melaporkan SoftBank Group Corp sepakat untuk berinvestasi sekitar 500 juta dolar AS di Grab sebagai bagian dari putaran pendanaan. Sumber mengatakan kepada Reuters, Grab kemungkinan akan memanfaatkan perusahaan strategis dan keuangan untuk sisa pendanaan.

Sebelum kesepakatan hari Selasa, perusahaan telah berhasil mengumpulkan 2 miliar dolar AS pada 2018. Berkat investasi dari Toyota Motor Corp dan perusahaan keuangan, termasuk pendiri Microsoft Paul Allen Vulcan Capital.

Grab, yang kini bermarkas di Singapura, telah melebarkan bisnis ke 235 kota di delapan negara di Asia Tenggara dalam enam tahun terakhir. Kini perseroan menjadi kelompok teknologi konsumen terkemuka yang menawarkan layanan seperti pengiriman makanan dan parsel, transfer uang elektronik, pinjaman mikro dan pembayaran seluler.

Dalam pernyataan, Grab mengatakan akan bekerja dengan Microsoft untuk mengeksplorasi pengenalan wajah mobile, pengenalan gambar dan teknologi visi komputer untuk meningkatkan performa penjemputan. Misalnya, penumpang akan dapat mengambil foto lokasi mereka saat ini dan menerjemahkannya ke alamat sebenarnya untuk pengemudi.

Kerja sama akan berlangsung selama lima tahun. Grab juga akan mengadopsi Microsoft Azure sebagai platform cloud dan menggunakannya untuk analitik data dan layanan deteksi penipuan.

Asia Tenggara dengan jumlah penduduk sekitar 640 juta orang sedang berkembang sebagai medan pertempuran bagi raksasa teknologi global seperti Alibaba, Tencent Holdings Ltd, JD.com, Google dan SoftBank, Google Alphabet Inc. Khususnya dalam pembayaran online, transportasi online dan e-commerce. Kompetitor utama Grab adalah unicorn Go-Jek yang juga berkembang di wilayah ini.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement