Jumat 07 Sep 2018 02:17 WIB

BMW Indonesia tak Cemas Pembatasan Impor Mobil Mewah

Sebanyak 80 persen yang dijual di Indoensia merupakan rakitan lokal.

Perakitan Mini Cooper Indonesia. Pekerja merakit mobil Mini Cooper di Pabrik BMW Production Network 2, Sunter, Jakarta, Kamis (6/9).
Foto: Republika/ Wihdan
Perakitan Mini Cooper Indonesia. Pekerja merakit mobil Mini Cooper di Pabrik BMW Production Network 2, Sunter, Jakarta, Kamis (6/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BMW Group Indonesia menyatakan tidak mencemaskan kebijakan pengendalian impor mobil mewah yang diberlakukan pemerintah. Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania mengatakan arena merek mobil asal Jerman itu telah berinvestasi untuk merakit mobil di Tanah Air sehingga tidak mengandalkan pasokan impor.

Sebesar 80 persen penjualan BMW berasal dari model-model rakitan dalam negeri, antara lain BMW X1, X3, X5, Seri 3, Seri 7, dan Seri 5. Jumlah itu bertambah dengan hadirnya dua varian Mini Cooper Countryman rakitan Indonesia. Sebelumnya, model mobil ikonik itu didatangkan dari Born, Belanda.

"Soal pembatasan impor, pertama BMW sudah memulai perakitan sejak lama. Pada 2012 kami juga berinvestasi yang akhirnya bisa merakit semua kendaraan favorit kendaraan di Indonesia, ada enam  model. Sebanyak 80 persen yang dijual di Indoensia merupakan rakitan lokal," kata Jodie O'tania di Sunter, Kamis (6/9).

photo
Perakitan Mini Cooper Indonesia. Pekerja merakit mobil Mini Cooper di Pabrik BMW Production Network 2, Sunter, Jakarta, Kamis (6/9).

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan pengendalian impor mobil mewah guna menjaga kekuatan fundamental ekonomi Indonesia. Adapun kendaraan yang terdampak langsung adalah mobil bermesin di atas 3.000 Cc.

Menanggapi hal itu, Jodie mengatakan BMW memiliki strategi pada mesin yang efficient dynamics, yakni menawarkan performa bertenaga tinggi dengan konsumsi bahan bakar yang efisien dari mesin-mesin di bawah 3.000 Cc. Adapun salah satu mobil berkapasitas mesin di atas 3.000 Cc dari BMW adalah model M5 yang penjualannya tidak sebanyak model-model yang dirakit di Indonesia.

"Yang lebih dari 3.000 Cc adalah BMW M5. Ini untuk model khusus yang penjualannya juga hanya tertentu, tidak sebanyak model lainnya," kata dia.

Baca juga: Larangan Impor Mobil Mewah Mulai Berlaku

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement